oleh

Pangdam Cenderawasih Pimpin Pelepasan-Penerimaan Prajurit Penjaga Perbatasan RI-PNG

banner

Jayapura,Kawattimur – Wilayah perbatasan RI-PNG memiliki kerawanan yan g harus diantisipasi, seperti praktek illegal logging, illegal mining, human trafficking, pelintas batas, kriminal bersenjata, penyelundupan miras, dan narkoba.

Hal ini diungkapkan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dalam arahannya kepada seribuan prajurit pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-PNG yang digelar di Lapangan IPDN, Buper Waena Distrik Heram, Kota Jayapura, 19 November 2018.

Pangdam menyatakan, bahwa wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan Indonesia yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), dan berpengaruh pada aspek pertahanan negara, yang tertuang dalam UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.

“Saya harapkan kepada prajurit membangun komunikasi dengan pimpinan daerah dan seluruh stakeholder di wilayahnya masing-masing. Pelajari karakter budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua. Karena rakyat adalah bagian kemanunggakan TNI,” tekan Mayjen Yosua sembari menegaskan kepada anggotanya agar tidak membuat masalah di wilayah tugas masing-masing.

“Pahami tugas pokok TNI. Utamakan tugas humanis tanpa mengabaikan kewaspadaan. Jangan terprovokasi isu yang berkembang di lapangan yang berpotensi terhadap pelanggaran HAM. ,” tegasnya lagi.

Adapun Satgas Pamtas RI-PNG yang dilepas antaralain Yonif Para Raider 501 Kostrad, Yonif Raider Khusus 645/WLS dan Yonif 121 Macam Kumbang. Sedangkan Satgas yang diterima adalah Yonif Para Raider 328 Dirgahayu yang merupakan satuan elit TNI, Yonif 126/KC dan Yonif 275/WRG.

Hadir dalam pelepasan seribuan prajurit perbatasan itu yakni Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin, Danlanud Jayapura Marsekal Pertama Triwibowo Budi Santoso, Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI I Nyoman Chantiasa, dan Danrem 172/PWY Letkol Inf Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar. (Ara)

banner
Bagikan :

News Feed