oleh

Theo Hesegem : Aktifitas Kesehatan dan Pendidikan Lumpuh

Wamena Kawat Timur, – Pemerhati HAM Sepegunungan Tengah Papua, Theo Hesegem memastikan, pelayanan kesehatan dan pendidikan di Wilayah Operasi Militer lumpuh total.

Hal itu diungkapkan Theo Hesegem dalam jumpa pers yang dilakukan Tim evakuasi Pemda Kabupaten Nduga belum lama ini di Wamena.

Hal ini dikarenakan adanya keterangan beberapa saksi terkait operasi militer di tambah dengan rasa takut yang dialami langsung oleh masyarakat sipil lokal yang ada di Distrik Mbua hingga Distrik Yagi, bahkan ada anak-anak yang sudah keluar dihutan dan mengalami sakit, bahkan ada yang susah makan.

Menurutnya, terkait hal ini, dirinya sebagai pemerhati HAM sepegunungan tengah Papua akan mencoba mendistribusikan data-data yang dirasakan perlu dan pihaknya akan buka-buka terkait data jika memang terjadi pada masyarakat sipil.

“Kami bukan membedakan mana masyarakat lokal Papua dan masyarakat pendatang karena Tim yang terbentuk ini TimIndependen jadi dia berpihak sama siapa saja, namun untuk hal ini kami akan membuat petisi dan itu akan disampaikan dan meminta rekomendasi PPB untuk minta intervensi turun, sa ada pikir begitu,” ungkap Theo Hesegem.

Diungkapkan, dirinya juga masuk dalam Tim Evakuasi sebagai Ketua Tim Investigasi, dan saat berada di sana, dirinya melihat masyarakat yang ada disana mengalami rasa takut dan trauma, sehingga masyarakat sipil lokal memilih untuk keluar ke Hutan.

“Saya sendiri terlibat dan saya tahu persis apa yang mereka rasakan dan hadapi, selain itu saat disana kami ketemu saksi mata yang selama ini mengalami rasa kesedihan dan rasa kesusahan dan juga kami ketemu beberapa jensah,” ungkap Theo Hesegem.

Selain itu, tim juga sudah melakukan dan mengecek langsung di beberapa kampung yang ada di daerah Konflik, dan ternyata banyak warga yang sudah keluar dari distriknya, sehingga dirinya akan melakukan pendataan lengkap terkait pendukuk sipil yang sudah mengungsi.(NP)

banner
Bagikan :

News Feed