oleh

Kakak Bunuh Adik Iparnya di Biak Numfor, Ini Motifnya?

Biak Numfor, Kawattimur – Pelaku pembunuhan tergadap Ella, bocah berusia 15 tahun yang ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi dibungkus dalam karung di Kampung Suneri Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Rabu (27/2) lalu, akhirnya terungkap. Pelakunya berhasil ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Biak Numfor, sehari kemudian.

Ella menjadi korban pembunuhan oleh pelaku yang diketahui merupakan kaka iparnya sendiri yakni MFY alias Yassin (21). Korban sempat dikabarkan hilang sebelum ditemukan. Bahkan isu yang beredar di kalangan masyarakat bahwa korban telah diculik untuk dijadikan tumbal dalam proses pembanguan jembatan di wilayah Kabupaten Biak Numfor.

banner banner

Pelaku tersebut diringkus dari rumahnya, pada Kamis (28/2) kemarin, tanpa ada perlawanan. Setelah itu pelaku langsung digelandang ke Mapolres Biak Numfor untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.

Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta melalui Kasat Reskrim Polres Biak Numfor, AKP Jeffri P.Tambunan kepada Kawattimur, Jumat 1 Maret 2019, mengungkapkan saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini dikatakan merupakan terencana. Hal ini diakui pelaku setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Reskrim.

Adapun motif dari kasus pembunuhan berencana ini didasari sakit hati yang dialami pelaku, lantaran sering menerima perkataan kasar dari korban.

“Pelaku nekat menghabisi nyawa korban yang merupakan adik iparnya sendiri karena sering di caci maki. Hubungan pelaku dengan kakak dari korban (istri pelaku -red) juga sering tidak harmonis,” ungkapnya, Jumat sore.

Dari hasil pemeriksaan, dikatakan, pelaku sudah merencanakan untuk menghabisi nyawa adik iparnya sejak lama. Sementara untuk memuluskan rencananya, pelaku telah menysun waktu yang tepat.

“Pelaku menghabisi nyawa korban sejak dua minggu lalu, saat itu pelaku mengajak korban untuk makan bakso, lalu pelaku menawarkan mengajari korban mengendarai motor. Pelaku sengaja memilih daerah Sineri karena disana agak sepi,” bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, ketika latihan motor, pelaku tiba-tiba berhenti di lokasi kejadian dengan alasan bertukar posisi. Saat itulah pelaku langsung memukul korban hingga terjatuh.

“Setelah korban terjatuh pelaku mengambil kayu dan memukul korban hingga tewas. Kemudian pelaku pulang dan mengambil karung. Selanjutnya memasukkan jasad korban kedalam karung, lalu membuangnya ke semak belukar,” terag Tambunan.

Atas Perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan subsider 338 dan Subsider 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

Penemuan Korban

Sebelumnya pada 27 Febuari lalu, sekitar pukul 04.00 WIT, masyarakat yang sedang berburu mencium aroma tidak sedap di semak belukar tempat ditemukannya jasad korban. Setelah dicek ternyata ditemukan sosok mayat dengan kondisi sudah membusuk didalam karung renjani.

Atas temuan itu, saksi langsung melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat . dan selanjutnya pihak kepolisian melakukan olah TKP dan mengevakuasi ke rumah sakit umum daerah setempat untuk dilakukan visum dan outopsi. Polisi kemudian melakukan sidik dan penyelidikan, hingga terungkapnya pelaku pembunuhan. (Ara)

banner banner
Bagikan :

News Feed