oleh

255 Pasangan Suami Istri Ikut Pencatatan Sipil Massal Kota Jayapura

JAYAPURA,Kawattimur-Sebanyak 255 pasangan suami istri mengikuti prosesi pencatatan sipil secara massal yang di gelar Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jayapura yang berlangsung di Gor Waringin Abepura, Sabtu(2/3/2019)

Kepala Disdukcapil Kota Jayapura Merlan Uloli mengatakan ,kegiatan ini di lakukan dalam rangka Hut Kota Jayapura ke 109, dan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya.

“Ini di ikuti dari 4 Agama yakni Kristen Protestan,Katholik,Budha dan Hindu,dan ini semuanya gratis tidak di pungut biaya apapun,”katanya

Di akuinya pencatatan sipil Massal di lakukan guna membantu warga Kota yang hingga kini belum memiiki dokumen pernikahan,apalagi sampai ada yang sudah mempunyai anak ini dokumen penting yang harus di miliki setiap warga apalagi yang sudah menikah.

“Kasihan mereka ada yang sudah hidup bertahun tahun tapi belum mempunyai dokumen akta nikah,dan pasti ketika mengurus akta lahir anak akan kesulitan sebab sebagai syarat utama kepengurusana Akta kelahiran harus adanya dokumen pernikahan yakni catatan sipil,” ucapnya

Untuk itu pihaknya selama ini selalu melakukan koordinasi dengan pihak Gereja untuk menghimbau warga jemaatnya agar mau mengikuti catatan sipil massal.

“Sebelumnya kan kita selalu umumkan lewat gereja dan tempat ibadah yang lain,ini untuk menarik simpati warga supaya mau datang berbondong-bondong mengikuti catatan massal,”harap Merlan

Sementara itu Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan,sebagai pasangan suami istri hendaknya menjadi keluarga yang baik dan taat aturan dan hukum,maka di perlukanya kelengkapan identitas diri dan keluarga.

“Bukan hanya KTP kalau sudah menjadi suami istri Akta Nikah itu perlu untuk mengurus kartu keluarga dan akta lahir jika sudah mempunyai anak,”katanya

Apalagi Pemkot Jayapura melakukan hal ini secara cuma-cuma tanpa di pungut biaya ,ini di lakukan untuk membantu dan mempermudah warga.

Namun masih saja ada warga yang tidak mau menaati aturan dan malas mengurus kelengkapan dokumen sebagai warga Kota yang baik.

“Saya heran kenapa tidak mau mengurus barang ini,kalau bilang terbentur biaya loh ini kan sudah gratis,jangan hidup tanpa ada identitas diri yang jelas,” katanya

Ia pun meminta setiap pasangan suami istri harus mempunyai dokumen pernikahan secara sah.

“Harus punya akta pencatatan sipil, jangan jadi pendatang di kota ini kalau tidak mau taat aturan di kota Jayapura,”pintanya

Perlu di ketahui Pemerintah Kota Jayapura telah melakukan pencatatan sipil massal sebanyak 3344 selama dua tahun terkahir. (ir)

banner
Bagikan :

News Feed