oleh

Begini Cara Kerja K-9 Endus Korban Banjir Bandang

JAYAPURA, Kawattimur – Tragedi bencana banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura telah memasuki hari ke-7. Demikian proses pencaharian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan bahkan Polda Papua telah menurunkan Anjing Pelacak yang tergabung dalam Tim K-9 untuk mengendus posisi korban yang belum di temukan.

Bagaimana cara kerja Tim K-9 ini? Berikut ulasannya.

Sejak H+3 pasca banjir bandang yang menimpa sebagian besar wilayah di Kabupaten Jayapura, Polda Papua langsung menurunkan 15 ekor anjing pelacak. Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Polisi mengerahkan anjing pelacak karena masih banyak warga yang melaporkan kehilangan sanak keluarga akibat banjir bandang.

Sejak diturunkan oleh Polda Papua, Tim K-9 berhasil menemukan 19 jenazah korban. 15 jenazah ditemukan pada 19 Maret, 2 Jenazah pada 20 Maret, dan 2 Jenazah pada 21 Maret.

Tak berhenti sampai di situ, Sabtu (23/3/2019) tim K-9 kembali diturunkan di Kampung Doyo Baru, menurut Kabid Humas, pencarian kali ini sebagaimana laporan masyarakat, bahwasanya di sekitar BTN Deime tercium bau tak sedap, diduga kuat bau tersebut bersumber dari jenazah korban banjir.

AKP Endang selaku KA Tim K-9 di bantu oleh 10 personil Brimob, 10 personil Sabhara Polda Papua turun langsung ke TKP dan melakukan pencarian.

Proses pencarian di mulai dengan cara membuat pori-pori atau lubang kecil menggunakan linggis. Lubang kecil inilah yang menjadi alternatif K-9 untuk mendeteksi bau dari dalam tanah.

“Untuk pencaharian kali ini telah terdeteksi teryata bau yang dimaksud berasal dari bangkai hewan,” kata Kabid Humas

Terkait itu, Kabid Humas menyampaikan himbauan kepada masyarakat khususnya di titik lokasi banjir, agar pro aktif mambantu kepolisian. “melaporkan kepada anggota apabila ada tempat yang di duga ada jenazah korban banjir yang masih tertimbun tanah,” kata Kabid Humas sebagaimana penyampaian KA TIM K-9 AKP Endang kepada masyarakat. (TA)

banner
Bagikan :

News Feed