oleh

Jadi Panelis Debat Capres Keempat, Begini Kesiapan Rektor Uncen

JAYAPURA, Kawattimur – Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang di pilih KPU RI untuk mengirimkan Rektornya sebagai Panelis
Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden ke empat yang di agendakan pada 30 Maret 2019 mendatang.

KPU RI membri kepercayaan itu kepada Rektor Universitas Cenderawasih Papua, Dr Ir Apolo Safanpo, ST, MT, untuk selanjutnya bersama tim panelis lainnya menyiapkan materi debat dengan Thema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional.

Surat yang diterbitkan KPU pada 22 Maret tersebut, disampaikan langsung kepada Rektor Uncen. Kepada Kawattimur, via selularnya, Minggu (24/3/2019) malam, Rektor Uncen mengatakan ungkapan terima kasih atas kepercayaan KPU yang melibatkan Uncen sebagai bagian dalam Debat Capres ke empat.

“Kami bersyukur atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan KPU kepada Uncen untuk jadi panelis pada debat kali ini. Kalau di kampus para rektor menguji calon rektor, yang sekarang ini kita diberi kesempatan untuk menguji calon kepala pemerintahan, dan ini kehormatan bagi Uncen khususnya masyarakat Papua,” kata Apolo

Terkait kesiapannya, Appolo mengatakan tentunya Ia akan mempersiapkan diri secara baik dengan memaksimalkan semua informasi yang ada, terkait bidang materi yang akan di perdebatkan terkait Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional.

Soal materi perdebatan, ia mengaku akan menghimpun banyak informasi dari para ahli dan pakar baik akademisi Uncen maupun praktisi di Tanah Papua.

“Jadi nantinya semua informasi ini menjadi bahan untuk materi yang akan di perdebatkan dan tentunya bisa memberi kontribusi serta informasi bagi panelis untuk penyusunan materi dalam bentuk pertanyaan nanti,” katanya.

Panelis sendiri katanya, terdiri dari akademisi, peofesional san ahli, dimana untuk akademi ada 2 rektor sisanya praktisi dan ahli. Untuk selanjutnya, sesuai jadwal KPU RI, 26 maret mendatang semua panelis akan melakukan koordinasi bersama KPU untuk penyusunan materi debat.

Ditanyakan apakah ada hak spesifik khususnya Papua yang akan di kemas atau di masukkan dalam materi debat, menurut Apolo semuanya hal spesifik akan dibungkus dalam satu materi nasional, sebab kandidat yang akan di uji adalah pemimpin nasional, sehingga tidak bisa melolosir pertanyaan untuk satu daerah.

” Jadi semua pertanyaannya nanti merupakan rangkuman persoalan secara nasional, misalnya bagaimana kepala negara mengelola wilayah perbatasan, jadi sekali bertanya itu mengcover beberapa wilayah dalam satu konteks negara,” jelasnya. (TA)

banner
Bagikan :

News Feed