oleh

Masyarakat Inginkan Puron Wenda Keluar Dari Markasnya

Wamena Kawat Timur, – Warga Masyarakat Lanny Jaya yag berada di Distrik Balingga meminta agar Pimpinan KKB Puron Wenda untuk segera meninggalkan Markasnya di Tiomalo atau keluar dari Timonikeme.

Aksi penolakan keberadaan Puron Wenda di Wilayah Distrik Balingga dilakukan dengan cara terjadinya pengungsian warga masyarakat dari 8 Kampung yang ada di Wilayah Distrik Balingga.

“Masyarakat mengungsi ke 3 tempat yaitu Balinga Barat, Brua dan Ayunati dan mereka ini terdiri dari 3 gereja Babtis dan gereja Katolik,” ungkap Sekda Lanny Jaya Christian Sohilait belum lama ini di Wamena.

Selain itu, pengusngsian besar-besaran yang dilakukan oleh warga Distrik Balingga dikarenakan adanya ancaman yang dilakukan oleh KKB pmpinan Puron Wenda.

“Ancamannya bahwa karena mereka belum ada balas dendam kepaada TNI-Polri, terkait kasus tanggal 3 November” ungkap Sekda Lanny Jaya.

Diakui sekda, terkait pengungsian ini, pemerintah Lanny Jaya telah melakukan koordinasi dengan warga yang mengungsi untuk kembali ke kampungnya, dan upaya yang sudah dilakukan pemerintah ialah memberikan beras kepada masyarakat sebanyak 20 Ton.

Menurut Sekda Sohiliat, aktifitas pelayanan pendidikan dan kesehatan sudah berjalan baik walaupun belum maksimal dan juga selama di pengungsian memang anak-anak sekolah tidak bersekolah.

Untuk kesehatan warga yang mengungsi, Sekda Sohilait memastikan, seluruh warga masyarakat Balingga yang mengungsi dalam keadaan sehat semua.

Selain itu, Kata Sekda Lanny Jaya, dalam pengungsian itu, ada 76 ASN Asal Lanny Jaya yang ikut mengungsi yang teridri dari Pegawai Puskesmas, Pegawai Kantor Distrik dan PPL.(NP)

banner
Bagikan :

News Feed