oleh

Keluhkan Pemadaman Bergilir, Mahasiswa Unjuk Rasa PLN Timika

TIMIKA, Kawattimur – Ratusan mahasiswa dan alumni dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan (JB) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PLN Timika, Kamis (28/3) lantaran mengeluhkan adanya pemadaman bergilir yang terus meresahkan masyarakat Kabupaten Mimika dengan beberapa dampak yang diakibatkan yakni kerusakan barang elektronik hingga memengaruhi UNBK yang tengah berlangsung.

Mahasiswa beralmamater biru melakukan long march dari kampus STIE JB Jalan Hasanuddin menuju kantor PLN Area Timika di Jalan Ahmad Yani – Leo Mamiri, Kota Timika.

Puluhan personel kepolisian mengawal aksi unjuk rasa tersebut, yang dipimpin langsung Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia didampingi Kepala Bagian Operasi Kompol Andika Aer dan Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Waymramra.

Koordinator lapangan, Erik Welafubun dalam orasinya menuntut PLN Timika segera melakukan upaya konkrit untuk menghentikan pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung sejak November 2018 lalu.

“Kami mahasiswa tidak akan membiarkan ini. Masyarakat merasa resah dengan kerugian yang dialami. Kami berasumsi bahwa PLN Timika tidak mampu menjalankan amanat Undang – undang konsumen,” ujarnya.

“Alasan mesin rusak yang disampaikan adalah alasan klasik. PLN timika managemennya kurang beres. Apabila Pemerintah, Negara tidK mampu membeli mesin baru maka kami akan membantu,” ujarnya menambahkan.

Menanggapi hal tersebut, Manajer UP3 PLN Timika, Hotman Ambarita menjelaskan bahwa saat ini sebanyak 13 unit mengalami gangguan kerusakan. Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya mendatangkan Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 3 Megawatt yang dikirim dari Surabaya untuk menutupi kekurangan daya mesin UP3 PLNT Timika yang mengalami gangguan.

“13 unit pembangkit diesel yang mengalami kerusakan itu terdiri atas tiga unit milik PLN dan 10 unit sewa dari PT Sewa Tama, PT Manunggal dan PT Bina Pertiwi serta PT Putra Persada Perkasa. Tiga unit rusak total. Pembangkit sewa dari pihak ketiga sebanyak 46 unit, 10 diantaranya mengalami gangguan,” ujarnya.

Dikatakan, tambahan daya dari mesin tersebut sebenarnya belum bisa mengatasi pemadaman bergilir. Pasalnya kebutuhan daya di Timika mencapai 27,6 Megawatt sementara kemampuan PLN Timika saat ini hanya mampu 22,3 Megawatt. Artinya masih kekurangan 5,6 Megawat setiap harinya.

“Kami di Timika sekarang ini defisit daya listrik sekitar 6 megawatt. Solusi satu-satunya yang bisa kami lakukan yaitu melakukan pemadaman listrik secara bergilir di setiap wilayah baik siang maupun malam hari. Kami juga sudah mengeluarkan dari sistem PLN pelanggan-pelanggan besar seperti pusat perbelanjaan, hotel-hotel dan lainnya yang dengan konsumsi daya listrik yang besar di Kota Timika, untuk sementara ini kami meminta mereka untuk menggunakan listrik sendiri,” ujar Hotman kepada wartawan.

Ia mengatakan, sebanyak delapan unit pembangkit diesel berkapasitas 3 megawatt tersebut milik PT Manunggal akan tiba di Timika pada 4 April. Kendati demikian, kata Hotman, mesin-mesin tersebut tidak langsung beroperasi. Dimana, membutuhkan waktu penginstalan secara parallel agar masuk dalam sistem PLN Timika.

“Minimal kami berharap, pertengahan April tambahan daya itu bisa segera dioperasikan sebelum Pemilu 2019. Karena pengerjaannya itu parallel. Sekarang mesin – mesin itu sudah dalam perjalanan. Kapal yang mengangkut mesin-mesin itu sekarang sudah berada di Dobo (Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku) dan selanjutnya menuju Merauke dan kembali melalui Pelabuhan Poumako Timika,” jelas Hotman.

Sekadar diketahui, pada melakukan unjuk rasa di Kantor PLN Timika, para mahasiswa kemudian melanjutkan aksi menuju DPRD Kabupaten Mimika untuk menyampaikan aspirasi serupa. (AWA)

banner
Bagikan :

News Feed