oleh

Jembatan Merah Holtekamp Karya Anak Bangsa, Ikon Baru Indonesia di Papua

Indonesia bakal punya ikon baru sebagai objek destinasi wisata. Ikon baru itu adalah jembatan Merah Holtekamp yang membentang di atas Teluk Yotefa Jayapura Papua sepanjang 732 meter.

Jembatan Merah Holtekamp yang melengkung gagah bukan sekedar jembatan penghubung, namun keindahan alam sekitarnya yakni hamparan lautan Pasifik yang diapit Teluk Yotefa begitu mempesona sehingga layak diabadikan dalam swafoto atau selfie. Dan sudah barang tentu menjadi ikon baru Jayapura, Papua serta Indonesia.

Jembatan yang digarap sejak 2015 kini pengerjaannya hampir rampung, bahkan tinggal penyelesaian akhir.
Rencananya, jembatan dengan investasi Rp 1,7 triliun dalam waktu dekat akan diresmikan.

Jembatan Merah Holtekamp

Jembatan Merah Holtekamp memiliki karakteristik khusus, yakni bentangan jembatan dengan material baja yang dibuat di PT PAL Indonesia. Lalu bentangan jembatan dari PT PAL Surabaya ditarik ke Jayapura dengan memakan waktu berminggu-minggu.

Jika bentangan jembatan dibangun di lokasi bakal makan waktu lebih lama, yakni lebih dari 6 bulan. Namun karena dikerjakan di PT PAL, waktunya kurang dari 6 bulan.

Jembatan Merah Holtekamp

Jembatan Merah Holtekamp memiliki dua lengkungan merah yang ada di atasnya sepanjang 112,5 meter, dengan tinggi 20 meter serta lebar 26 meter dan berat 2000 ton yang dipasang oleh PT PAL.

Ternyata yang membanggakan dari bentangan jembatan yang dibangun di PT PAL, adalah desain dari anak-anak bangsa, anak-anak negeri, insinyur-insinyur Indonesia. Serta sinergi dari beberapa BUMN diantaranya PT PP (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), dan PT Pal.

Jembatan Merah Holtekamp

Kepala Balai Nasional Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah Papua, Osman Marbun mengatakan, secara teknik, Jembatan Merah Holtekamp merupakan pertama di Indonesia bahkan di dunia yang perangkaian dilakukan oleh PT PAL. Serta mencatatkan rekor kerangka jembatan pertama yang diangkut secara utuh dengan berat 2000 ton dan panjang 112,5 mater dari Surabaya ke Kota Jayapura dengan jarak tempuh 3200 kilometer. “Ini inovasi baru di bidang kerangka baja di Indonesia,”kata Osman.

Jembatan Merah Holtekamp juga sebagai pembuktian, bahwa di Papua sudah ada konstruksi jembatan dari baja dengan inovasi baru berteknologi tinggi.

Untuk diketahui, pemerataan pembangun di seluruh Indonesia menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Jokowi. Papua menjadi salah wilayah yang menjadi perhatian. Selain membangun infrastruktur Jalan Trans Papua, Jembatan Merah Holtekamp, pemerintahan Jokowi juga menyeragamkan harga BBM menjadi satu harga, sama dengan daerah lain di Indonesia. (Berbagai Sumber)

banner
Bagikan :

News Feed