oleh

Polres Jayapura Berhasil Ungkap Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Dua Orang Diamankan

Sentani Kawattimur- Satuan Reserse dan Kriminal,( Reskrim) Polres Jayapura berhasil mengungkap kasus dugaan ijazah palsu yang telah diberoperasi sejak tahun 2013 hingga sekarang di Sentani. Total ijazah palsu yang diduga beredar berjumlah 100 lember baik ditingkat SD, SMP, SMA dan Mahasiswa.

Wakapolres Jayapura, Kompol Iip Syarif Hidayat,SH didampingi Kasat Reskrim Polres Jayapura,Iptu Oscar F Rahadian,S.Ik dalam Press Conference mengatakan,terungkapnya dugaan kasus dugan ijazah palsu itu setelah tertangkapnya dua orang berinisial, LW dan PW berdasarkan laporan Polisi yang diterima Satuan Reskrim Polres Jayapura beberapa waktu lalu.

“ Kasus ini sudah dinyatakan lengkap atau P-21 dan rencana besok kedua tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Jaksa ( tahap dua),” katanya,Kamis tanggal 4 April 2019.

Tertangkapnya dua tersangka itu bermula saat menerima laporan Polisi beberapa waktu lalu dilakukan penyelidikan dan akhirnya didapatkan sejumlah saksi dan dari keterangan saksi itu akhirnya ditangkap dua orang tersangka itu. Dimana, mereka ditangkap ditempat berbeda yakni, BTN Dunlop dan Abepura.

Untuk barang bukti, terangnya sejumlah ijazah palsu baik SD, SMP,SMA dan Mahasiswa, Puluhan Stempel,Komputer, uang tunai 1 Juta, Printer, Handphone dan lainnya,”ucapnya.

Berdasarkan keterangan saksi, 10 orang diduga menggunakan jasa ijazah palsu ini dan itu akan dikembangkan lebih lanjut.
“ Selain itu, kami juga kesulitan untuk mengungkap pengguna jasa ijazah ini mengingat jangkanya sudah lama beroperasi dan itu sekitar 6 tahun. Saat ini kami hanya memeriksa 10 saksi sesuai pengguna jasa ijazah palsu tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jayapura,Iptu Oscar F Rahadian,S.Ik mengatakan, untuk biayai ijazah itu sendiri dikenakan biayai perlember dihargai Rp 800-2,5Juta baik SD, SMP, SMA dan Mahasiswa. Kedua tersangka dikenakan pasal 68 ayat (1) UU RI No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional atau kedua pasal 263 ayat (1)KHUP Jo Pasal 55 ayat 1 KHUP tentang pemalsuan dengan ancaman penjara selama 6 tahun penjara,” katanya.(tom)

Bagikan :

News Feed