oleh

TNI Sita Senpi dan Puluhan Amunisi dari Pelintas Batas

JAYAPURA (KT) – Satu pucuk senjata api rakitan serta 15 butir munisi kaliber 7,62 mm diamankan anggota TNI dari satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/Dirgahayu, dalam sweeping yang digelar di Jalan Poros Kabupaten Keerom, Papua.

Senjata dan munisi tersebut disita dari seorang warga berinisial FI (36) warga Wamena, saat melintas saat melintas dari arah Abepura melewati lokasi sweeping, pada Rabu (29/5/2019) siang.

Komandan Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, kepada kawattimur.com, Kamis (30/5/2019) sore, mengungkapkan sitaan senjata api itu bermula ketika anggotanta bertugas di Pos Skamto yang dipimpin oleh Lettu Inf Ferly melaksanakan sweeping rutin.

“Saat itu Pratu Nasrul menghentikan sebuah kendaraan tanpa nopol yang dikendarai oleh Frans Imbira warga Wamena melintas dari arah Abepura. Saat dilakukan prosedur pemeriksaan ditemukan 2 butir munisi di saku celana,” beber Mayor Erwin, Kamis sore.

Setelah dilakukan pemeriksaan, FI mengaku jika munisi tersebut merupakan pemberian dari temannya. Anggota TNI pun melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap FI dengan memeriksa seisi rumahnya. “Setelah kami dalami lagi ternyata pak Frans ini menyimpan satu pucuk senjata api dan beberapa butir munisi lagi di rumahnya,” ungkap Erwin.

“Kemudian kami berikan pemahaman, bahwa ada Undang-undang yang mengatur tentang kepemilikan senjata api Illegal disertai dengan sanksinya sehingga bapak Frans menyerahkan senjatanya dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan kepada Personel Satgas,” lanjutnya.

Hasil pemeriksaan anggota Satgas Pamtas, senjata api rakitan tersebut merupakan warisan dari orang tua FI yang sudah lama meninggal dunia. FI akhirnya mengakui jika senjata itu hanya digunakan untuk menjaga diri.

“Kami mengapresiasi kesadaran dari pelaku yang mau menyerahkan senjata api rakitan yang dimilikinya, dan kami harap apa yang dilakukan oleh pelaku tersebut menjadi contoh bagi warga lain,” ujar Mayor Erwin seraya menjelaskan jika pihaknya masih melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku. (Ara)

Bagikan :

News Feed