oleh

Pengusaha Asli Papua Palang Kantor ULP Jayawijaya

Wamena (KT) – Guna meuntut haknya sebagai Pengusaha Asli Papua asal Kabupaten Jayawijaya yang tidak direalisasi, Puluhan Pengusaha Asli Papua asal Kabupaten Jayawijaya melakukan pemalangan kantor Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah.

Ketua Gapensi Kabupaten Jayawijaya, Fredy Huby, Senin (17/6/2019) menjelaskan, aksi pemalangan yang dilakukan Pengusaha Asli Jayawijaya merupakan aksi spontan yang tidak direncanakan.

Aksi Pemalangan Kantor Bagian Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Oleh Puluhan Pengusaha Muda Asli Jayawijaya

Dijelaskan, aksi pemalangan itu sendiri merupakan luapan emosi dan kekecewaan Pengusaha Asli Papua asal Kabupaten Jayawijaya guna menuntut hak-haknya sebagai pengusaha asli Papua asal Jayawijaya.

“Saya pikir ini tidak direncanakan, semua teman-teman datang secara spontanitas dan saya diudang kepala ULP untuk melihat kondisi teman-teman,” ungkap Fredy Huby.

Menurutnya, tuntutan yang disampaikan oleh Pengusaha Asli Papua asal Jayawijaya sudah sesuai dengan Perpres 17 Tahun 2019 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah untuk percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Menurut Fredy, selama ini pelaksanaan Perprees 17 Tahun 2019 belum ada, namun dirinya berharap Bapak Bupati membuka hati guna mejawab keluahan anak-anak pengusaha asli Jayawijaya.

“Secara emosional mereka lakukan pemalangan, namun ada teman-teman yang sudah lakukan kontrak, jadia mereka berpendapat bahwa semua jalan sama-sama sampai ada kebijakan Bapak Bupati untuk pemerataan pengusaha asli Papua, baru mereka buka palang,” ungkap Fredy Huby.
Selaku Ketua Gapensi, telah melakukan koordinasi dengan Bapak Latif selaku Kepala ULP Jayawijaya.

Dirinya berharap, dengan kejadian pemalangan ini, Bapak Bupati Jayawijaya dapat meresponnya.
Selain itu, dalam tuntutan yang disampaikan, pengusana Asli Papua asal Jayawijaya meminta agar paket dari 1 Miliar sampai dengan 2 miliar ruangnya dapat dibuka dan diberikan kepada pengusaha asli Papua asal jayawijaya untuk bersaing mendapatkannya mellalui lelang elektronik.

“Tapi selama ini paket dari 1 miliar hingga 2 miliar ini ruangannya di tutup,” kata Fredy.
Selaku ketua Gapensi, dirinya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi, namun dirinya juga tidak berharap kejadian pemalangan itu bisa terjadi.(NP)

Bagikan :

News Feed