oleh

Korupsi Jalan Kemiri Depapre, Kuasa Hukum Benarkan MK di Tahan KPK

JAYAPURA (KT) – Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Kemiri-Depapre, Maikel Kambuaya (MK) resmi di tahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan MK di lakukan setelah hampir enam jam lamanya di periksa tim penyidik KPK pada pemeriksaan lanjutan, Jumat (1/7/2018).

“Ya benar, tadi beliau telah ditahan sekitar pukul 16.45 WIT,” kata Kuasa Hukum MK, Yance Salambauw, kepada Kawat Timur via selularnya, Jumat Sore.

Menurut Yance, Kliennya akan ditahan selama 20 hari kedepan untuk alasan pemeriksaan, dimana penahanan kliennya tesebut di lakukan setelah MK melakukan pemeriksaan lanjutan  oleh penyidik KPK sejak pukul 10.30 WIT hingga Pukul 16.45 WIT.

“ Jadi tadi sempat di lakukan pemeriksaan lanjutan dan oleh KPK, jadwal seharusnya Jumat kemarin tapi karena alasan keterlambatan dan lainnya maka di jadwalkan Senin (hari ini red),” jelasnya

Terkait dengan penahanan tersebut, kata Yance pihaknya tidak akan melakukan upaya permohonan penangguhan, hal itu sebagaimana permintaan MK. “ jadi setelah saya berkoordinasi dengan MK, yang bersangkutan mengaku akan mengikuti seluruh proses hukum dan tidak berpikir untuk melakukan upaya lain,” katanya.

Menurut Yance, alasan MK agar proses hukum yang dialaminya tersebut segera di tuntaskan agar bisa secepatnya dilakukan persidangan. Semua proses diserahkan agar segera ditingkatkan ke penuntutan dan disidangkan.

Apalagi berangkat dari pengalaman, terkait dengan permohonan penangguhan di KPK ini, kata Yance itu harus di sertai alasan-alasan yang bisa di pertimbangkan secara baik. sehingga bagi kami untuk permohonan itu agak sulit di kabulkan.

“Dan memang setelah kami koordinasi dengan MK, justru MK menyarankan agar kasus ini segera selesai dan dapat terkuak siapa sesungguhnya yang harus bertanggung jawab terhadap dugaan tindak pidana yang disangkatan kepada MK,” jelasnya.

Kasus yang terkuak sejak Januari 2017 ini, menurut Yance terkait dengan dugaan tindak pidana pembangunan Jalan Kemiri Depapre yang bersumber dari APBD Papua tahun 2015 lalu. Ia mengatakan, dalam kasus ini sendiri terdapat satu tersangka lainnya, David Manibui yang telah di tahan oleh KPK pada Jumat lalu

“jadi bagi kami penahanan oleh KPK tekait kasus ini adalah sesuatu yang wajar, dalam rangka kepentingan penyidikan dan penuntutan oleh KPK,” jelasnya. (TA)

Bagikan :

News Feed