oleh

Polisi Periksa Oknum Caleg DPRD Kota Jayapura Terduga Suap

JAYAPURA (KT) – Polisi tengah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap oknum calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Jayapura inisial S, yang terindikasi sebagi pemberi suap terhadap dua panitia pengawas pemilu tingkat distrik (Pandis) Jayapura Selatan yakni IW dan VR dalam proses Pemilu 2019.

Terduga pelaku suap yakni S kini masih di Jakarta guna mengikuti masa sidang PHPU untuk tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Mengingat, yang bersangkutan adalah salah satu Caleg yang bertarung dalam Pileg 17 April lalu. Penyidik kepolisian pun berada di sana guna melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli serta pihak penyelenggara Pemilu Kota Jayapura (KPU dan Bawaslu).

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Robby Urbinas mengatakan, kedua tersangka penerima suap yakni IW dan VR sudah ditetapkan tersangka penerima suap dan tengah dalam pemberkasan untuk selanjutnya dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Jayapura. Polisi terus melakukan pengembangan untuk membongkar adanya dugaan keterlibatan pihak penyelenggara Pemilu dalam kasus ini.

“Terhitung hari ini hingga beberapa hari ke depan, tim penyidik kami melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi komisioner dan saksi ahli. Setelah itu baru kita kaji pemenuhan unsur-unsur pidananya guna memastikan apakah cukup bukti atau tidak untuk penetapan status yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Gustav Urbinas saat diwawancarai sejumlah awak media di Kota Jayapura, Rabu (10/7/2019).

Disinggung mengenai keterlibatan komisioner KPU dan Bawaslu Kota Jayapura atas kasus pidana yang melilit dua Panitia Distrik yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, Kapolres Gustav belum bisa mengambil kesimpulan. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus ini meskipun perkara dua Pandis yang telah ditetapkan tersangka itu ditangguhkan pada Juni lalu. Kini kedua tersangka diwajibkan melapor ke Polres Jayapura Kota.

Dijelaskan, laporan polisi terhadap Caleg S terduga sebagai pemberi suap itu terpisah dengan dua pandis yang ditetapkan sebagai penerima suap. “Jika cukup bukti unsur pidananya maka akan kita tetapkan jadi tersangka,” tegas Gustav.

Diketahui sebelumnya, dua Pandis tersebut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada saat berlangsungya rapat pleno KPU Papua di Kotaraja Abepura, pada Mei lalu. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (21/5/2019).

Adapun barang bukti yang berhasil ditemukan polisi dari mobil yang digunakan keduanya saat di OTT yaitu uang cash senilai Rp 16 juta. Kedua pelaju pun mengaku jika uang tersebut didapatkannya dari oknum Caleg S.

Terangka IW dan VR dijerat dengan Pasal 12 huruf b UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. (Ara)

banner
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed