oleh

Bendahara Gaji Kabur, Guru Mogok, Aktifitas Pendidikan di Mamberamo Raya Lumpuh Total

JAYAPURA (KT) – Aktifitas belajar mengajar di semua sekolah yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya lumpuh total, lantaran aksi mogok mengajar para tenaga pendidikan. Kaburnya Bendahara Gaji diduga sebagai salah satu pemicu para tenaga pengajar tidak lakukan tugasnya, pasalnya sejak Juni 2019 mereka belum menerima haknya.

Kepala Dinas Pendidikan Mamberamo Raya Benediktus Amoye mennyatakan aksi tersebut dilakukan karena para guru memprotes pembayaran gaji belum diterima sejak Juni 2019.
“Jadi tidak semua guru yang gajinya tidak dibayarkan, tapi sebagian saja,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/08/2019).

Mogok mengajar ini, kata Kadis disinyalir lantaran adanya hasutan dari para tenaga pendidik di Mamberamo Raya yang belum menerima gaji. Sebab secara keseluruhan hanya beberapa tenaga pendidik saja yang belum dibayarkan gajinya.

“Jadi guru yang tidak berada di tempat tugas ini kemungkinna menghasut guru lainnya untuk melakukan aksi mogok mengajar,” katanya.

Soal belum dibayarkannya gaji para tenaga pengajar, menurut Kadis Pendidikan tidak secara keseluruhan untuk semua guru yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya. Ia merincikan
untuk pembayarann gaji Juni 2019 hanya dibayarkan kepada 380 guru sementara , hanya 5 guru yang gajinya belum diberikan.

Sementara di Juli 2019 terdapat 13 guru belum menerima hak bulanannya. Selain gaji rutin, ada 110 guru yang belum menerima gaji ke-13 dan 87 guru belum mendapat gaji ke-14.

Lebih lanjut dikatakan untuk persoalan gaji ini, sudah di serahkan kepada pihak kepolisian,Polres Mamberamo Raya. “masalah ini kini sedang ditangani dan Pemkab Mamberamo Raya siap membayarkan tunggakan senilai Rp 1,2 miliar,” dengan harapan guru yang tidak bermasalah dengan gajinya untuk kembali ke tempat tugas karena sudah sekitar 1 bulan peserta didik di daerah tersebut tidak terlayani.

Menanyakan tentang mekanisme pembayaran gaji guru di Mamberamo Raya, Kadis mengatakan
sistem pembayaran gaji di Mamberamo Raya, seharusnya menggunakan pola transfer antar rekening. Hanya saja, dengan kondisi penempatan guru yang tidak berada di tempat tugas maka gaji dibayarkan secara manual.

“Selama ini gaji ditransfer tapi ada guru yang tidak melaksanakan tugas. Akhirnya kita ambil tindakan untuk tidak membayarkan gaji sampai masalah selesai,” tuturnya.

Untuk diketahui jumlah sekolah reguler yang ada di Kabupaten Mamberamo Raya sebanyak 98 sekolah yang terbagi Sekolah Dasar sebanyak 76 sekolah, 18 SMP dan 4 SMA.

“Aksi mogok ini terjadi di semua sekolah baik SD, SMP dan juga SMA di Mambra,” katanya. (TA)

Bagikan :

News Feed