oleh

Tiba di Jayapura, 1.350 Prajurit TNI Siap Amankan Perbatasan RI-PNG

JAYAPURA (KT) – Sebanyak 1.350 prajurit TNI yang terdiri dari Yonif Raider 300/BJW, Yonif 713/ST dan Yonif Raider 509/BY bergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG, dibawah komando Kolakopsrem 172/Praja Wira Yakhti.

Para prajurit yang menggantikan satuan Yonif Para Raider 328/DGH, Yonif 725/WRG, dan Yonif 126/KC itu tiba di Kota Jayapura, Senin (12/8/2019), dan disambut langsung oleh Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dalam upacara yang digelar di Aula Roberth Isir Jalan Bumi Perkemahan Cenderawasih Waena, Distrik Heram.

Pangdam dalam amanatnya menyampaikan ucapan selamat datang bagi para anggota Satgas Pamtas di Bumi Cenderawasih. Ia menjelaskan, bahwa wilayah perbatasan yang menjadi tugas pengamanan adalah beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan yang harus diantisipasi seperti aktivitas illegal loging, illegal minning, human trafficking, pelintas batas, kriminal bersenjata, peredaran narkoba dan miras.

“Oleh karena itu, kalian harus memahami tugas dan protap-protap yang berlaku serta mengaplikasikan materi-materi yang sudah diberikan selama pra-tugas di wilayah penugasan,” perintah Sembiring kepada para anggotanya.
Pangdam meminta kepada anggota Satgas Pamtas agar selalu waspada saat melakukan patroli pengamanan maupun pemeriksaan patok batas di sektor masing-masing.

Dirinya pun menekankan, kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG harus memberi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara serta menjungjung tinggi hukum dan HAM.

“Di daerah penugasan terdapat beberapa satuan baik TNI maupun Polri, untuk itu saya mengharapkan kepada para prajurit agar menjalin hubungan yang baik dan harmonis serta bersinergi dengan satuan lain, pemerintah daerah maupun tokoh adat, serta Instrumen masyarakat,” tegas Pangdam.

Selaku Pangkoops TNI Wilayah Papua, Mayjen Sembiring mengucapkan terima kasih kepada Satgas yang akan kembali ke markas masing-masing atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama penugasan di wilayah Papua.

“Berbagai pengalaman selama di penugasan agar dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugas-tugas mendatang dan kepada seluruh prajurit yang akan meninggalkan wilayah penugasan agar tidak membawa Flora maupun Fauna yang dilindungi,” pesannya. (Ara)

banner
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed