oleh

Bupati Minta Kepala Kampung Anggarkan Dana Untuk Kelompok Tani

Wamena (KT) – Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE.M.Si meminta kepada 328 Kepala Kampung yang ada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya untuk dapat menganggarkan dana kampung bagi kelompok tani.

“Untuk penggunaan dana Kampung, kita sudah keluarkan edaran bupati, agar Kepala Kampung bisa anggarkan dana untuk galakan kelompok tani yang ada di tingkat Kampung,” kata Bupati Kabupaten Jayawijaya, Selasa (13/8/2019) ketika melakukan panen Ubi Jalar dan Sayur Kol pada perkebunan milik kelompok tani LAKH Imamapma, Kampung Kosihilapok Distrik Hubikosi Kabupaten Jayawijaya.

Diakui, dirinya bersama Wakil Bupati selalu turun kelapangan di tengah masyarakat dan mengeluarkan himbauan kepada setiap kepala kampung, agar dapat menganggarkan dana sedikit dari dana kampung untuk kebutuhan kelompok tani yang ada di setiap kampung.

Menurutnya, Distrik Musatfak adalah salu satu distrik yang terkenal menyuplai sayur-mayur ke Kota Wamena.
Untuk hal ini, dirinya memerintahkan Dinas terkait dalam hal ini dinas pertanian kabupaten Jayawijaya untuk selalu berada dilapangan guna memantau langsung aktifitas kelompok tani yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

“Kalau kita melihat potensinya sangat bagus yah, apalagi dulu Musatfak ini terkenal dengan sayur yah, jadi saya berharap agar hal ini dikembalikan,” ungkap Bupati Banua.

Kepada kepala Kampung, Bupati Banua berpesan agar Kepala Kampung dapat memberikan bantuan kepada kelompok tani yang benar-benar mau bekerja dilahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hendry Tetelepta mengungkapkan, pembinaan dan pelatihan bagi kelompok tani terus dilakukan oleh dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Dari penjelaskan Bapak Bupati, Dinas berkomitment dan berupaya untuk mengembalikan Wilayah Distrik Musatfak sebagai penyuplai sayur-mayur ke Kota Wamena.

Kata Hendry, salah satu upaya dan dukungan dinas Pertanian kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Jayawijaya ialah dengan melakukan penyaluran bantuan alat kerja berupa Mesin Pengembur Tanah Dan Pembuat Beden (Ultifator).

Diakui mesin Ultifatir yang saat ini ada di Dinas Pertanian sebanyak 12 Unit dan nantinya akan disalurkan kepada kelompok tani yang benar-benar berpotensi menghasilkan.(NP)

banner
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed