oleh

Percasi Papua Gelar Turnamen Catur Piala Klemen Tinal

Jayapura (KT), Pengprov Percasi Papua menggelar turnamen catur Piala Klemen Tinal yang tak lain Ketum Umum Pengprov Percasi Papua, 14-16 Agustus di Ruko Batik Mamayo Komplek Pasific Permai Dok 2 Jayapura. Turnamen dengan piala bergilir diselenggarakan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 74.

Turnamen diikuti ratusan pecatur baik senior maupun senior. Klemen Tinal dalam sambutannya mengatakan, open turnamen Klemen Tinal Cup yang memperebutkan Piala bergilir akan diselenggarakan secara kontinyu aetiap tahunnya. “Tiap tahun akan digelar pada bulan Agustus dalam rangka menyambut peringatan HUT Kemerdekaan RI,”kata Klemen Tinal.

Klemen Tinal

Ia juga menyambut kehadiran ratisan peserta yang terdiri dari anak-anak dan dewasa. “Sebagai pembina catur di Tanah Papua, Pengprov Percasi lebih fokus pada pembinaan junior, karena mereka adalah masa depan pecatur Papua,”kata Klemen Tinal.

Lanjut Klemen, ia ingin catur semakin populer ditengah-tengah masyarakat Papua, terutama anak-anak. Karena dengan mengerti catur, dapat meningkatkan kecerdasaan, yang bisa diaplikasikan di bangku sekolah. “Catur itu mengasah ketajaman berpikir, ulet, sabar serta belajar berkalkulasi, dan sudah barang tentu hal itu aangat baik pada anak-anak,”terangnya.

Klemen Tinal juga berharap pihak swasta yang berkecimpung di Papua lebih khusus di Jayapura untuk peduli terhadap perkembangan catur dengan bersedia menjadi sponsor. “Seperti turnamen kali ini di sponsori BCA, Swisbel dan toko boneka, tentu kami berharap pihak swasta lain juga ikut berpatisipasi pada turnamen-turnamen catur lainnya,”tegasnya.

Catur juga sebagai wadah untuk mempererat rasa kekeluargaan masyarakat yang ada di Papua. “Sesuai slogan catur Gens Una Sumus, kita adalah satu keluarga, kami ingin pererat rasa persatuan di Papua bahwa kita adalah Indonesia,”ucapnya.

Dalam open turnamen piala bergilir Klemen Tinal yang akan berangsung selama 3 hari, dari 315 peserta, 185 adalah anak-anak, sisanya dewasa.

Ketua Panitia Pertandingan Sony Ropa mengatakan, untuk kelompok dewasa, akan menggunakan sistem swiss 9 babak. Sedangkan anak-anak juga swis tapi 7 babak.

Turnamen juga diikuti pecatur yang sudah pernah mengikuti turnamen tingkat nasional. “Bukan hanya pecatur lokal, tapi juga diikuti pecatur nasional,”kata Ropa.

Kelompok Junior terbagi dalam 3 katrgori yakni tingkat SD, SMP dan SMA.

banner
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed