oleh

Kejati Papua Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Kasus Korupsi Dana Hibah Dan Baksos di Pemkab Keerom

Jayapura, ( KT)- Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua telah memeriksa, 14 orang saksi terkait dugaan kasus penyalahgunaan dana hibah senilai Rp 70 Milliar lebih dan baksos Rp 33 Milliar pada Pemerintah Kabupaten Keerom tahun 2017-2018.

Hal itu dikatakan, Asisten tindak pidana khusus,( Aspidsus) Kejati Papua, Lukas Alexander Sinuraya, SH,MH didampingi Kepala penyidikan,(Kasidik)Kejati Papua, Yusak Ayomi kepada wartawan di Jayapura, Jumat (16/8/2019) siang.

Aspidsus menjelaskan, uang dicarikan berdasarkan proposal dana hibah dan baksos namun uang yang dicairkan itu tak bisa dipertanggungjawabkan. Sampai saat ini kami belum tahu siapa tersangkanya sebab pemeriksaan masih dilakukan pada tingkat penyerahan dana hibah dan baksosnya dulu.

“ Kasus ini masih tahap penyelidikan sebab pemeriksaan saksi-saksi masih dilakukan sehingga kami belum tahu siapa saja yang terlibat,” jelasnya.

Disamping itu,Aspidsus mengatakan, dari data bulan Januari hingga Agustus tahun 2019 jumlah kasus 7 kasus masih tahap penyidikan yakni, dana korupsi KPU Sarmi, dugaan pemberian fee beberapa kontraktor kepada Bupati dan Wakil Bupati Waropen, dana hibah dan baksos di Kabupaten Keerom, dugaan korupsi pertanggungjawaban uang pengganti di Waropen sedangkan untuk tunggakannya berjumlah 5 kasus yakni, kasus dugaan korupsi dinas perikanan dan kelautan di Raja Ampat dan dugaan korupsi Bawaslu Provinsi Papua Barat. Dengan jumlah kasus 12 kasus penyidikan,” katanya.(TOM)

banner
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed