oleh

Ratusan Massa Blokade Jalan Utama, Kota Jayapura Lumpuh

Jayapura (KT), Ratusan massa memblokade jalan utama di Kota Jayapura tepatny di Jalan Irian Taman Imbi, Sebin 19 Agustus sebagai aksi protes atas kekerasan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Akibatnya aktivitas Kota Jayapura Lumpuh total. Sejumlah toko memilih tutup. Sekolah pun memulangkan para siswanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Dari pantauan, ratusan massa terlihat memblokade jalan poros utama Kota Jayapura dengan cara berdiri di tengah jalan sambil membentangkan sejumlah spanduk. Mereka memprotes aksi kekerasan yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya beberapa hari lalu.

Ratusan Massa juga long mars dari Abepura ke Kota Jayapura untuk bergabung dengan massa yang sudah di Taman Imbi, untuk selanjutnya menuju Gedung DPR Papua dan Kantor Gubernur.

Ratusan massa kemudian membaur dengan massa dari Abepura selanjutnya mereka menuju Kantor Gubernur Papua Dok 2.

Aksi massa anarkis terjadi di Manokwari. Selain gedung DPRD Papua Barat, sejumlah bagunan lain dibakar.

Ucapan dan kata-kata yang salah dari insiden berbau Sara terhadap mahasiswa Papua di Malang Jawa Timur menyulut amarah warga Manokwari, bara api dari pembakaran ban-ban bekas, gerobak-gerobak jualan warga di sejumlah ruas jalan Kota Manokwari tidak bisa dihindari, Kantor DPR Papua Barat pun diterbakar masa.

Selain Kantor DPR Papua Barat, podium utama di Lapangan Borasi Manokwari yang biasanya di pakai podium VIP dalam peringatan upacara-upacara kenegaraan juga di bakar masa.

Pantauaan, aksi massa sejak pagi hari pukul 07.00 hingga siang ini Senin (18/8/2019), situasi kota Manokwari benar-benar mencekam, sejumlah ruas jalan tertutup diblokade masa dengan pohon yang ditebang, gerobak-gerobak jualan milik warga.

Kapolda Papua Barat, Brigjuen Pol Drs Herry Rudolf Nahak, M.Si sempat menemuan sejumlah masa di perempatan lampu pengatur lalulintas Wosi Haji Makalo Manokwari.

Kapolda mengimbau kepada mass untuk tidak bebrbuat anarkasi, pengrusan atau poemuluk kepada warga lain.

“Saya datang ke sini untuk bersama-sama dengan ade-ade semua, apa yang terjadi di Jawa sana, saya yakini memang sudah menyakiti hati kawan-kawan semua. Sayapun ikut merasakan, sebagai orang yang sekarang tugas disini,’’ jelas Kapolda dihadapan masa.

‘’Kami semua jajaran akan ikut mengamankan yang ade-ade kerjakan. Saya hanya berharap satu kita bahwa tidak melakukan pengrusakan dan pemukulan terhadap siapapun. Ini saya minta ade-ade semua orang-orang terpelajar yang paham betul bahwa lakukan itu akan membuat suasana lebih tidak baik,’’ jelas Kapolda.

Kapolda mengatakan silahkan menyurakan ini supaya didengar disana, ini suara anak-anak Papua supaya tidak ada lagi hal-hal seperti ini. Sampai berita ini berita ini ditayang situasi situaasi keamanan Manokwari mulai kondosif.
Sejumlah aparat kepolisian membersikan rongsongkan-rognsongkan ban bekas, kayu yang terbakar serta pohon-pohon yang menutupi jalan.

Kepada warga Manokwari diimbau untuk lebih berhati hati saat melintas di jalan Mulyon atau ruas jalainnya, karena dari pantauaan papuadalamberita.com ada tersiram oli bekas.

Ini Fasilitas Publik Yang Dibakar Massa Pendemo di Manokwari

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakatoni mengungkapkan kondisi di Manokwari saat ini berangsur kondusif, pasca aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.

“Kondisi di Manokwari sudah berangsur kondusif. Saya bersama Kapolda dan Pangdam saat ini tengah memantau langsung kondisi fasilitas publik yang rusak dan terbakar,” katanya ketika di hubungi melalui telepon celulernya.

Lakatoni menjelaskan, sejumlah fasilitas publik milik pemerintah yang rusak dan hangus terbakar, yakni eks Kantor Gubernur Papua Barat, Kantor DPRD Papua Barat, dan fasilitas publik yang ada di lapangan lokasi aksi unjuk rasa.

Disamping itu, Lakatoni melihat, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terlihat dalam kondisi rusak dan terbakar, di beberapa titik jalan raya di ibukota Provinsi Papua Barat.

“Disamping itu ada juga sejumlah fasilitas publik lainnya yang dirusak. Saat ini kita terus berupaya untuk melakukan pengecekan, termasuk apakah ada korban jiwa dan luka-luka. Namun sampai saat ini kita belum menerima apakah ada korban jiwa,” lugasnya.

Bagikan :

News Feed