oleh

Ratusan Mahasiswa Kembali Papua, Begini Saran Rektor Uncen dan USTJ

JAYAPURA (KT) – Masih terkait dengan mahasiswa Papua yang mulai kembali ke Papua dari kota studinya, Rektor Uncen, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST.MT menyarankan agar para mahasiswa Papua dapat mempertimbangkan ulang. Sebab kata Apolo, para mahasiswa ini terancam di Drop Out (DO) dari kampus sebelumnya, dan belum tentu semua Perguruan Tinggi (PT) di Papua dan Papua Barat dapat menampung ratusan mahasiswa yang berkuliah di berbagai kota yang ada di Indonesia.

“Berkaitan dengan kepulangan mahasiswa Papua yang keluar di luar Papua perlu pertimbangan ulang,” kata Rektor Uncen usai melakukan rapat bersama Kapolda Papua, Irjen Pol Rudolf A Rodja di Mapolda Papua, Senin malam.

Apolo mengatakan Kepolisian juga perlu memberikan jaminan kepada seluruh mahasiwa asal Papua yang berkuliah di seluruh Indonesia, jika alasan utama kepulangan para mahasiswa ini terkait dengan ketidaknyamanan para mahasiwa karena factor keamanan. “Apabila alasan untuk pulangkan mahasiswa lantaran mereka tidak aman, sebaiknya ada koordinasi lintas Polda dimana mahasiwa Papua menempuh studi dan meminta jaminan kemanan Polda setempat agar anak-anak kuliah dengan baik,” kata Apolo.

Disisi lain, terkait dengan kemungkinan para mahasiswa ini dapat melanjutkan perkuliahan di wilayah Papua ataupun Papua Barat, Apolo mengatakan kemungkinannya sangat kecil, sebab belum tentu PT yang ada dapat menerima atau menampung para mahasiwa ini, lantaran ada beberapa factor yang harus di lakukan baik dari mahasiswa itu sendir maupun pihak PT.

Adapun factor tersebut terkait dengan daya tampung PT, Program Studi dan status PT itu sendiri. Ia mencontohkan di Uncen yang hanya memiliki daya tampung 4000 mahasiwa dengan jumlah dosen yang terbatas.

“ Di Uncen, dari 12800 Camaba yang bisa tertampung hanya 6000 walaupun daya tampung kami hanya 4000 tapi kami berkebijakan menambah kelas untuk menampung mahasiswa dari daya tampung yang ada. Dengan daya tampung dan jumlah dosen terbatas maka akan menjadi kendala bagi mahasiwa Papua dari luar Papua dapat diterima dan melanjutkan studi di Uncen,” jelasnya.

Selanjutnya terkait dengan program studi atau jurusan kampus dari luar Papua, kata Apolo belum tentu sama atau tersedia di kampus yang ada di Papua. Kendatipun ada jurusan atau prodi yang sama, namun untuk pindah prodi antar PT harus memenuhi persyaratan teknis, seperti akreditasi prodi harus sama atau lebih tinggi dari pada akredirasi prodi yang dituju dan
tahun angkatannya harus sesuai agar bisa mendapat ijin akses dari Pusdarim Kemenristek Dikti untuk masuk pantauan PT .

Rektor juga menjelaskan tentang mahasiswa yang kuliah di PT swasta di Luar Papua sesuai peraturan perundangan tidak bisa masuk di PT negeri, lantaran proses masuknya mahasiwa di PTN melalui seleksi nasional.

“Oleh sebab itu ini harus dipertimbangkan kembali bersama, baik pemerintah daerah, DPRP, MRP, Perguruan Tinggi untuk duduk bersama mencari solusi tepat untuk anak-anak kita,” kata Rektor.

Pembantu Rektor III USTJ Papua, Isak Rumbarar juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya ada persyaratan yang harus di penuhi mahasiswa pindahan, dimana kampus akan konversi, apalagi saat ini sudah masuk di tahun ajaran baru dimana proses belajar mengajar sudah berjalan.

“Kouta dari pada kelas dan perbandingan dosen sudah terlaksana, sehingga tidak mungkin secara gelondongan kita akan menerima mahasiwa,” katanya.

Belum lagi syarat-syarat lain, seperti rekam jejak mahasiwa. Jika di tempat kuliah asal proses perkuliahaannya katakanlah kurang betul, kata Isak., maka di Jayapura ini bukan sebagai kampus penyelamat karena nanti akan bertentangan dengan peraturan dikti.

“kalau memenuhi syarat bisa saja, tapi kemungkinan kecil untuk lebih daripada 10-20 orang saya kira kampus kami tidak bisa menampung,” katanya. (TA)

Bagikan :

News Feed