oleh

Pentolan Utama KNPB Ditangkap dan Resmi Tersangka

JAYAPURA (KT) – Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kossay, Selasa (17/9/2019) akhirnya di tangkap tim gabungan Polda Papua di Hawai Sentani. Ia bersama rekannya berinisial DI, dicegat di depan SPBU Hawai, Kabupaten Jayapura, sekitar pukul 17.30 WIT.

“Kira-kira jam 18.00 WIT semalam dia ditangkap oleh tim gabungan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Kapolda Papua Irjen Rudolf A. Rodja, Rabu (18/9/2019).

Menurut informasi saat penangkapan Agus Kossay bersama rekannya ID menggunakan motor diduga hasil curian. Menurut Kapolda, Agus Kossay, telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Karena dia adalah DPO, kemudian mereka menggunakan sepeda motor hasil curian,” katanya.

Kapolda mengatakannya, DI juga merupakan anggota KNPB, saat pencegatan DI yang membawa kendaraan roda dua tersebut. “Sama dari anggota KNPB juga, dia terlibat dalam aksi-aksi yang kemarin,” kata Rudolf menambahkan
penegakan hukum kasus kerusuhan Jayapura, tegas Rodja, akan terus berkembang meski Ketua KNPB sudah ditangkap.

“Kita akan mencari dan akan mengembangkan terus, jadi yang melakukan kemarin (kerusuhan) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, siapa pun dia,” tuturnya.

Dari informasi yang diterima Kawat Timur, tim gabungan telah melakukan pengintaian terhadap pergerakan Agus Kossay, dimana diketahui Agus Kossay telah lima hari bersembunyi di bukit sekitaran Perumnas II Waena.

Penangkapan Agus Kossay sendiri tidak memungkinkan dilakukan dilokasi persembunyiannya itu, lantaran diduga Agus Kossay telah memasang mata-mata di setiap jalan masuk.

Informasi lain, bahwa sebelumnya aparat gabungan sempat mencoba menangkap Agus Kossay pada 15 September lalu, dimana Ia diketahui sempat melakukan pertemuan dengan beberapa unsur KNPB. Namun saat akan ditangkap, Agus Kossay berhasil lolos, hingga akhirnya 17 September ia bersama rekannya resmi menjadi tahanan Polda Papua.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan ada sejumlah organisasi yang melatarbelakangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Dua di antaranya adalah United Liberation Movement for West Papua ( ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat ( KNPB).

“ULMWP dan KNPB bertanggung jawab atas kejadian ini. Mereka yang produksi hoaks itu,” ujar Tito saat berkunjung ke Jayapura beberapa waktu lalu.

Juru Bicara OPM Sebby Sambon saat dikonfirmasi mengatakan, penangkapan Ketua KNPB tidak akan menyelesaikan persoalan Papua. “intinya Penangkapan tidak akan menyelesaikan Masalah Papua, bantu perlawanan akan lebih besar muncul tidak trelalu lama lagi. Oleh karena itu TNI/POLRi stop Penangkapan terhadap semua activist Papua, Dan juga stop tangkap pimpinan Organisasi,”tegasnya.

Semua yang disuarakan rakyat Papua adalah untuk kemerdekaan, sehingga jangan digiring ke masalah kriminal. “Dan aksi rakyat Papua adalah menuntu Hak Kemerdekaan, Jadi jangan goreng ke Kriminalisasi isu dan Perjuangan Bangsa Papua,”tandasnya.

Bagikan :

News Feed