oleh

Senin Sekolah Aktif Tanpa 248 Tenaga Guru

Wamena (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya telah mengeluarkan instruksi agar mulai Senin (7/10/2019) semua sekolah yang ada di Kabupaten Jayawijaya aktif kembali, walaupun sebanyak 248 tenaga pengajar atau guru sudah meninggalkan Kota Wamena.

Rencana pengaktifan kembali semua sekolah di Kabupaten Jayawijaya sudah dibicarakan langsung dengan tenaga guru yang ada di Kabupaten Jayawijaya bertempat di Gedung Ukumearek Asso Wamena, Kamis (3/10/2019).

Sebelumnya, Rabu (2/10/2019) Bupati Kabupaten Jayawijaya memastikan bahwa tidak ada instruksi yang dikeluarkan pemerintah untuk meliburkan semua sekolah yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Malahan Bupati telah meminta dinas terkait untuk megumpulkan seluruh tenaga pengajar yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk duduk bersama dan membicarakan solusi terbaik, sehingga proses belajar pengajar di Kabupaten Jayawijaya tetap berjalan.

Terkait keamanan bagi tenaga pengajar dan juga siswa, Bupati menyerahkannya semua kepada TNI dan Polri untuk benar-benar mengawal jalannya proses pendidikan di Kabupaten Jayawijaya.

Terkait kekurangan tenaga pengajar, Bupati memastikan bahwa Pemerintah masih memiliki tenaga pengajar sebanyak 50 guru dari indonesia cerdas dan jika kesulitan akan dibantu langsung oleh TNI/Polri.

Untuk tenaga pengajar dan siswa yang telah keluar dari Wamena, Bupati memastikan akan melakukan pendataan terlebih dahulu, namun untuk proses belajar mengajar harus tetap dilaksankan hari senin.

Terkait pemulihan trauma dari anak-anak sekolah, Bupati menjelaskan akan mennjadi tugas pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memberikan rasa aman dan jaminan kepada anak-anak sekolah, agar mereka bisa kembali ke sekolahnya masing-masing.

Sebelumnya juga, Rabu (2/10/2019) Kapolres Jayawijaya mengakui akan menjamin seluruh tenaga pengajar atau guru-guru.

Menurutnya, proses belajar mengajar di Kabupaten Jayawijaya harus berjalan, karena kita harus mengejar waktu ujian bagi anak-anak sekolah.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo, Kamis (3/10/2019) mengungkapkan, pada prinsipnya sekolah yang terdampak pasca rusuh sebanyak 61 Sekolah dari jenjang pendidikan PAUD hingga SMA dan SMK.

Diakui, dari 61 Sekolah, baru 25 sekolah yang telah melaporkan kerusakan dan keberadaan sekolahnya kepada dinas pendidikan Kabupaten Jayawijaya dan 25 sekolah ini telah menyerahkan bentuk gambar kerusakan yang dialami.

“Dari kerusakan ini kami sudah laporkan kepada Bapak Bupati melalui dinas PU, beraharap ada tindak lanjut perbaikannya,” kata Bambang.

Terkati tenaga guru, Bambang menjelaskan, dari 426 tenaga pengajar yang ada di perkotaan, 43 persen saja yang masih berada di Kota Wamena atau sekitar 198 orang, itu berarti ada 248 tenaga pengajar yang sudah keluar atau berangkat ke luar Kota Wamena.

Diakui Bambang, aktifnya sekolah pada Senin minggu depan, bukanlah aktif langung untuk memulai proses belajar megajar seperti biasa.

“Aktif dengan kata lain aktifitasnya membuka sekolah, pertemuan tenaga guru dan kepala sekolah dan rapat-rapat dengan dewan guru dan komite sekolah, kemudian mematakan siswanya berapa dan juga membicarakan perlakukan bagi anak kelas 6, 9 dan 12 untuk persiapan ujian bagaiman,” jelas Bambang.

Dirinya memastikan, dengan dilakukan tahapan pemulihan di tingkat sekolah, tentunya secara perlahan tenaga pengajar atau guru akan kembali ke sekolah.

Bambang juga memastikan, bagi anak-anak yang sudah keluar dari Kota Wamena, Dinas Pendidikan siap memberikan rekomendasi, agar supaya anak-anak dapat melanjutkan pendidikanya di tempat atau kota pengungsian.

Kata Bambang, jika melihat dari sisi situasional, proses pendidikan di Kabupaten Jayawijaya harus tetap berjalan.(NP)

Bagikan :

News Feed