oleh

Operasi Patuh Matoa 2019, Ada Peningkatan Pelanggar Lalu Lintas

Jayapura (KT) –  Dari hasil pelaksanaan hari Kesepuluh Operasi Patuh Matoa 2019 Polda Papua dan jajaran, Jumat (4/10/2019), ada kecenderungan peningkatan jumlah pelanggar lalu lintas.

Operasi Patuh Matoa 2019 dilaksanakan dalam bentuk pemeliharaan keamanan lalu lintas yang mengedepankan kegiatan penegakan hukum disertai kegiatan preemtif dan preventif secara selektif prioritas untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas yang mantap.

Sasaran operasi patuh tahun ini adalah pengemudi kendaraan yang menggunakan handphone, Pengemudi melawan arus. Pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, Pengemudi dibawa umur, Pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, Pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba atau mabuk dan Pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Dari data yang berhasil dihimpun di hari kesepeluh pelaksanaan operasi patuh Matoa 2019, jumlah pelanggaran yang ditilang yaitu sebanyak 189 pelanggar dibandingkan dengan hari kesepuluh operasi patuh matoa 2018 sebanyak 174 pelanggar sehingga dari data tersebut di Tahun 2019 mengalami kenaikan sebanyak 15 pelanggar atau naik 9%. Personel dilapangan secara selektif melakukan tindakan hukum berupa tilang apabila didapatkan kendaraan yang fatal atau berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain apabila terus dioperasikan, seperti kelayakan kendaraan itu sendiri dan apabila pengemudi atau pengendara melakukan pelanggaran tetapi kendaraan itu dapat beroperasi cukup diberikan teguran.

Sedangkan teguran yang diberikan sebanyak 349 pelanggar di tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 sebanyak 104 pelanggar berarti di tahun 2019 terjadi kenaikan sebanyak 245 pelanggar atau naik 236%. Jenis pelanggaran lalu lintas yang dtemukan yakni tidak menggunakan helm SNI, Melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, berkendara dibawah pengaruh alkohol dan berkendara dibawah umur.

Untuk kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia, pada hari kesepuluh di tahun 2019 tidak ada. Sedangkan untuk korban luka berat di tahun 2019 sebanyak 1 korban jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang tidak ada, sehingga terjadi kenaikan sebanyak 1 korban atau naik 100%. Di tahun 2019 terdapat 1 korban yang mengalami luka ringan jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang tidak ada, sehingga terjadi kenaikan sebanyak 1 korban atau naik 100%.

Sementara untuk kerugian materiil yang berhasil dihimpun di hari kesepuluh pelaksanaan Operasi Patuh Matoa 2019 sebanyak Rp.1.000.000,- sedangkan di tahun 2018 kerugian materil tidak ada sehingga terjdi kenaikan sebanyak Rp. 1.000.000,- atau naik sebanyak -100%.

Untuk data terkait kegiatan Lalu lintas, seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli di tahun 2019 sebanyak 537 kegiatan sedangkan di tahun 2018 sebanyak 407 kegiatan sehingga di tahun 2019 terjadi peningkatan sebanyak 130 kegiatan atau naik 32%.

Direktorat Lalu lintas Polda Papua bersama Polres jajaran juga melaksanakan program kegiatan nasional keamanan lalu lintas seperti Polisi Sahabat anak, cara mana sekolah, patroli keamanan sekolah dan Pramuka saka Bhayangkara Krida Lalu Lintas.

Selain itu Direktorat Lalu lintas Polda Papua bersama Polres jajaran juga juga melaksanakan program nasional keselamatan Lalu lintas seperti police Goes To Campus, Safety Riding dan Driving, Forum lalu lintas dan angkutan jalan, kampanye keselamatan, sekolah mengemudi, Taman lalu lintas dan Global Road Safety Parthership Action.

Bagikan :

News Feed