oleh

102 Pengungsi di Lanud Jayapura Kembali ke Wamena

Jayapura, (KT) – Seratus dua jiwa pengungsi dampak rusuh Wamena yang ditampung di Base Ops Lanud Silas Papare Jayapura diangkut kembali ke Wamena dengan pesawat Hercules milik TNI, Rabu (9/10/2019). Mereka bersedia kembali ke Wamena, disaksikan Menkopulhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menkopolhukam mengatakan, ada 102 jiwa pengungsi di Jayapura yang kembali ke Wamena dan diangkut Hercules. “Mereka bersedia kembali ke Wamena hari ini, karena situasi sudah kondusif,”ujar Menkopolhukam.

Menurut Menkopolhukam yang Selasa kemarin mengungjungi Wamena, banyak masyarakat pengungsi yang ingin kembali ke Wamena pasca rusuh.

102 Pengungsi di Lanud Jayapura Kembali ke Wamena

“Saya simpulkan banyak masyarakat ingin kembali ke Wamena. Seperti 102 jiwa pengungsi yang hari ini kembali ke Wamena. Mereka yakin hidup mereka disana, kerja mereka disana, mereka yakin aparat keamanan akan menjaga keamanan mereka, kondisi yang kondusif,”kata Menkopolhukam.

Keinginan masyarakat kembali keamanan, bukan saja hanya karena ada jaminan keamanan dari aparat keamanan Tni dan Polri, tapi juga dari masyarakat Wamena.

“Mereka juga yakin, bahwa masyarakat Wamena telah menjamin hidup berdampingan hidup rukun dengan masyarakat non Papua. Itu saya dengar langsung dari mereka,”ujar Menkopolhukam.

Kata Menkopolhukam, dirinya dan Panglima TNI serta Kapolri selanjutnya akan ke Timika dan Merauke, untuk bertemu masyarakat pengungsi, guna mengimbau mereka kembali ke Wamena. “Kami akan lanjutkan ke Timika, untuk meyakinkan seluruh masyarakat, walaupun ancaman2 masih ada. Kita tetap jaga suuasan kondusif ini,”tandas Menkopolhukam.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, menyiapkan 3 unit pesawat Hercules untuk mengangkut pengungsi yang ingin kembali ke Wamena.

“Di Jayapura disiapkan 3 hercules yang siap mengangkut pengungsi yang ingin kembali ke Wamena. Untuk Ilaga kita siapkan Helikopter. Merauke kita siapkan Hercules,”kata Panglima.

Panglima mengklaim, pengungsi sudah banyak yang ingin kembali ke Wamena. “Saya dan Kapolri sudah yakinkan Menkopolhukam, bahwa situasi keamanan di Wamena, Ilaga dan Pegunungan Bintang sudah kondusif. Sekarang pengungsi sudah berduyun duyun ingin kembali karena Wamena sudah aman dan kondusif,”tukas Panglima.

Kapolri menegaskan, bahwa jaminan keamana diberikan kepada masyarakat dengan penambahan personil.
“Jaminan keamanan masyarakat, dengan penguatan personil. Kalau masalah amannya, jika penggeraknya kerusuhan baik itu KNPB maupun ULMWP ditangkap. Kita akan kejar terus mereka. Kita tahu posisi mereka,”tegas Kapolri.

Salah seorang pengungsi Wamena di Base Ops Lanud Silas Papare Jayapura, Amir mengatakan, sebenarnya masih memiliki rasa kuatir untuk kembali, namun hidupnya sudah di Wamena. ”sebenarnya kita manusia punya rasa was-was, Cuma namanya kita sudah terbiasa di negeri orang apalagi melanjutkan kelangsungan hidup. Kita mau balik ke kampung sudah makan umur begini, ya nanti kembali ke nol lagi. Kita sudah tua begini. Kalau di Wamena kerja kita tidak perlu dari awal,”ujar Amir perantau asal Sulawesi Selatan yang sudah 14 tahun di Wamena.

Menurut Amir, dirinya kembali ke Wamena, untuk melihat kondisi terkini. ”Saya kembali kesana, karena ada anak kerja dan sekolah disana.
Anak saya yang bungsu kelas 2 SMA Wamena, kita mau ketemu gurunya. Apa tindak lanjut gurunya. Sementara cucu saya kelas 1 SD sudah tidak mau kembali ke Wamena, dia trauma,”ungkap Amir yang sudah berumur 60 tahun itu.

Pengungsi lain yang kembali ke Wamena yakni Meisa Mansur perantau asal Toraja mengatakan, meski masih ada trauma, tapi percaya situasi Wamena sudah kondusif. “Kami yakin dengan aparat keamanan, yang sudah memberikan jaminan, sehingga kami pilih balik lagi ke Wamena,”ujar Meisa yang aehari-harinya menjadi penjaga toko di Wamena.

Hal senada juga dikatakan pengungsi lain Isak Tampa k asal Toraja, bahwa dia mau balik ke Wamena karena sudah ada jaminan keamanan. “Bapak Polisi dan tentara bilang Wamena sudah aman, ya kami kembali lagi. Karena kami kerja disana,”ujar Isak yang berprofesi sebagai tukang bangunan dan sudah 12 tahun di Wamena.

Ada sekitar 16000 jiwa pengungsi di Jayapura. Mereka ditampung di 8 titi pengungsian di Sentani dan Jayapura.

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed