oleh

Hingga 10 Oktober Bantuan Pemprov Sulsel Belum Masuk Ke Pemda Jayawijaya

Wamena (KT) – Bantuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel untuk penanganan Korban Pasca Kerusuhan 23 September lalu, hingga kini belum ada.
Malahan, pemerinah Sulsel memberikan tugas kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk membuat dan mengajukan Proposal guna melakukan penciran dana sebesar 1 Miliard yang nyatanya secara seimbolis sudah diberikan langsung kepada Pemerintah Jayawijaya.

“Saya sebagai Bupati tidak akan membuat Proposal, karena hal itu akan kita membuat pengajuan permintaan, sedangkan saat ini Wagub Sulsesl sudah menyerahkan sendiri, jadi Pemda Jayawijaya tidak meminta,” kata Bupati Banua.

Wakil Gubernur Selawesi Selatan Dan Bupati Jayawijaya Saat Berdiskusi Bersama

Terkati hal itu, Bupati Jayawijaya berharap kepada keluarga Besar KKSS bisa memahami hal ini, karena hingga tanggal 10 Oktober 2019, pemerintah Jayawijaya belum menerima dana sebesar 1 Miliard dari Pemerintah Provinsi Sulawesi selatan.

Menurutnya, semua bantuan yang disalurkan dan masuk ke Dapur Besar Gedung Ukumearek Asso Wamena, akan dicatat terperinci dan datanya juga lengkap, bahkan bantuan masyarakat lokal juga dicatat.

Bupati Banua juga berharap kepada masyarakat yang ada di Jayawijaya, terutama warga yang berdampak untuk jangan salah paham atau mengartikan salah kepada pemerintah Jayawijaya terkait bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial.

Menurutnya, Bantuan yang disalurkan sebanyak 4 Miliard lebih kepada Pemerintah sudah digunakan untuk semua kebutuhan korban kerusuhan kemarin, terutama mememuhi kebutuhan warga yang mengungsi di beberapa titik yang ada di dalam Kota Wamena dan juga bagi warga lokal yang ada di luar kota Wamena.

Diakui Bupati, bantuan sebesar 4,7 miliar dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial kepada pemerintah Jayawijaya sudah diterima dan itu bukanlah uang tunai, namun sudah termasuk dalam belanja barang-barang kebutuhan pengungsi.

“Jadi dana 4,7 Miliar itu memang dari kementerian sosial, namun sudah dibelanjakan kementerian berupa barang, seperti tikar, beras dan lainnya, termasuk ada uang duka, dan itu ada didalam dana 4,7 miliar itu,” kata Bupati Banua.

Sehingga Bupati meminta agar masyarakat jangan salah mengartikan bantuan yang telah diberikan oleh kementerian sosial, karena bantuan dana sebesar 4,7 Miliar itu sudah disalurkan dalam bentuk barang dan itu langsung dibelanjakan oleh kementerian Sosial.

Selain itu, Bupati mengakui, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya pada tanggal 10/10/2019) telah menerima bantuan dari PT Trigana.

Diakui Bupati, Bantuan yang diberikan PT. Trigana sebesar 100 Juta sudah diterima langsung oleh pemerintah Jayawijaya dan nantinya dana tersebut akan digunakan untuk keperluan kebutuhan pengungsi.(NP)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed