oleh

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di RSJ Abepura

JAYAPURA (KT) – Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day (WMHD) ke-27 yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober juga di peringati oleh seluruh Pegawai dan staf Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura dengan mengangkat thema nasional Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri.

Direktur RSJ Abepura, dr Anton Toni Mote kepada wartawan mengatakan bertolak dari semangat Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri, RSJ Abepura sebagai Rumah Sakit satu-satunya di Provinsi Papua untuk penanganan pasien kejiwaan berkomitmen dan gencar melakukan pencegahan serta antisipasi terjadinya kasus bunuh diri, dengan mengedepankan program prioritas berupa promosi dan persiapan SDM.

“Itu satu giat yang kami maknai hari ini, jika memang ada pasien yang beresiko bunuh diri, tentunya ini yang akan kami cegah baik dari pemerintah daerah, paramedis, keluarga terdekat maupun upaya pecegahan dari pasien itu sendiri,” katanya.

Ia mengaku , paramedis dan dokter banyak mendapatkan insiden pasien yang bunuh diri, dimana banyak faktor yang menjadi alasan pasien sakit jiwa melakukan bunuh diri.

“Salah satunya tekanan depresi, yang rentan terjadi pada anak muda, karena secara psikisnya pasien ini tak mampu menanggulangi, dan triknya harus mendapat dukungan utama dari diri sendiri, keluarga dan ketersediaan sarana dan SDM medis,” katanya singkat.

Lebih lanjut tentang kasus pasien bunuh diri ini, Komite Medik RSJ Abepura, dr A. Idawati Waromi, SpKJ menjelaskan sebagaimana serta thema nasional hari kesehatan jiwa sedunia, di RSJ Abepura mengedepankan motto ‘ Ko Sehat Jiwa Ko Mantap’’ dimana dalam kasus bunuh diri ini yang masuk selama hampir setahun cukup banyak, dan ada kasus yang sudah ditangani langsung khususnya di usia anak dan dewasa muda.

“Itu yang kami layani dengan teraphi dan pengobatan, termasuk konseling psikoteraphi baik kepada pasieannya langsung maupun keluarga bahkan home visit,” katanya

Ia mengatakan, untuk kasus bunuh diri ini dimulai dari pasien sifatnya masih rencana atau timbul ide bunuh diri. “Jadi kasus begini bunuh diri itu seperti ide yang timbul dalam diri pasien dan hingga akhirnya melakukan tindakan,” katanya.

Faktor dari kondisi ini, kata Dokter Ida, lebih dominan terjadi karena pergaulan masa muda seperti pacaran, problem dalam keluarga seperti si pasien meminta sesuatu kepada orang tua dan tidak diberikan hingga akhirnya melakukan cara-cara agar mendapatkan apa yang diinginkan, ada juga masalah yang dihadapi di sekolah serta pegaulan.

“Jadi bisa dikatakan untuk generasi muda ini sangat sensif. jika tidak dilakukan upaya pencegahan itu bisa kepada kearah pergaulan yang seharusnya seperti menjadi pengguna narkoba atau lainnya,” katanya yang juga mengakui banyak pasien yang ditangani RSJ Abepura yang menjadi pengguna narkoba jenis ganja.

Sekedar diketahui Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di RSJ Abepura di laksanakan secara kekeluargaan, pemotongan tumpeng serta pembagian doorprice menjadi rangkaian kegiatan pada kegiatan tersebut. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Kapolsek Abepura, Koramil Abepura, Perwakilan Dinkes Papua, dan Ketua Komisi V DPR Papua. (TA)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed