oleh

Menteri Pendidikan Pantau Sejumlah Sekolah Di Wamena

Wamena (KT) – Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Muhadjir Efendi melakukan kunjungan ke beberapa sekolah yang ada dalam Kota Wamena.

Kunjungan Menteri Pendidikan itu didampingi langsung Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE.M.Si.

Beberapa sekolah yang di Kunjungi Menteri Pendidikan diantaranya, TK Mutiara Hati, SMP YPPK Santo Thomas, SD Pesat Wamena, SMP Negeri 1 Wamena dan SMA Negeri 1 Wamena.

Disela-Sela kunjungannya, Kamis (16/10/2019) Menteri Pendidikan memastikan bahwa proses belajar mengajar di Wamena memang telah berjalan, walaupun dibeberapa sekolah proses belajar mengajarnya belum normal.

Menteri Pendidikan Bersama Bupati Jayawijaya Saat Berkunjung Di Beberapa Sekolah

Menurutnya, belum normalnya proses belajar mengajar disekolah dapat dilihat dari jumlah anak didik yang hadir, seperti di salah satu TK yang kehadiran siswanya hanya 28 anak didik dari jumlah siswa keseluruhan sebanyak 300 anak didik.

Selain itu, hal yang sama juga terlihat di SMP Negeri 1 Wamena dan SMA Negeri 1 Wamena.

Menurutnya, hal ini masih membutuhkan kerjakeras dari Pemerintah dan dinas terkait di Jayawijaya agar anak-anak didik dapat kembali bisa ke sekolah seperti biasa.

Terkait keamanan, Menteri Pendidikan Optimis dan berterimakasih kepada Kapolres Jayawijaya yang telah memberikan jaminan keamanan yang sangat baik sekali.

“Kalau saya lihat, guru-guru sebagian sudah datang untuk memulai kegiatan belajarnya walaupun belum semua datang dan beberapa tempat juga sama,” kata Menteri Pendidikan.

Terkait Fasilitas fisik yang rusak parah di beberapa sekolah, Menteri Pendidikan memastikan akan ditangani langsung oleh kementerian Pendidikan RI.

Sedangkan untuk kerusakan yang ringan, tentunya akan ditangani langsung oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Dirinya berharap, dengan kejadian yang sudah terjadi, sangat penting dilakukannya program ketahanan sekolah kepada anak-anak didik, dengan tujuan agar anak-anak didik tidak terpancing dan tidak mudah terprovokasi oleh kegiatan dan tindakan anarkis.

“Untuk kedepan memang harus lebih waspada, dan saya harap kedepan bisa bekerja sama dengan pihak polres bagaimana menanamkan jiwa bela negara dan nasionalisme pada anak didik,” kata Menteri Pendidikan.

Bagi para siswa yang sudah mengungsi keluar dari Wamena, Menteri Pendidikan menegaskan dan memerintahkan kepada setiap sekolah yang ada dimana saja untuk dapat menerima dan wajib menampung setiap siswa yang berstatus pengungsi.(NP)

Bagikan :

News Feed