oleh

Tim PON Catur Papua Raih Perunggu di Kejurnas Catur Ambon

Ambon, (KT) – Tim PON Catur Papua yang mengikuti Kejuaraan Nasional Catur di Ambon, 25-31 Oktober berhasil meraih medali perunggu. Medali itu diraih oleh Alia Sekar Kinarsih Master Fide di nomor Yunior A Putri. Kejurnas Catur merupakan salah satu rangkaian ajang pemanasan bagi tim PON Catur Papua.

Pelatih Tim PON Catur Papua, Ventje Ropa mengatakan, keberhasilan atlet catur Papua dikelompok putri meraih medali perunggu, patut disyukuri. Pasalnya, ini pertama kali Papua meraih medali di ajang Kejurnas. “Selama ajang Kejurnas digelar, ini baru pertama kali Papua meraih medali. Jelas ini sejarah baru, diharapkan menjadi kebangkitan catur Papua,”ujar Ventje.

Tim PON Catur Papua

Dan sasaran selanjutnya adalah mendulang medali di ajang PON tahun 2020. “Tim catur yang diterjunkan di Kejurnas Ambon adalah tim yang dipersiapkan untuk PON di Papua. Semoga dengan raihan medali ini memompa semangat seluruh atlet catur kita mendulang medali sebanyak-banyak di PON mendatang, apalagi kita menjadi tuan rumah,”kata Ventje.

Asisten Pelatih Tim PON Catur Papua Banjir Ambarita mengatakan, Kejurnas Ambon sebagai turnamen pemanasan, selama pelaksanaan TC terpusat. “Ini salah satu bagian try out kami,”tandasnya.

Tim PON Catur Papua

Pada ajang Kejurnas di Ambon Provinsi Maluku, tim PON catur Papua menurunkan 6 atletnya yakni putri, Alia Sekar Kinarsih Master Fide, Rida Mutiani Wanita Nasional Master, Ivana Lasama Wanita Master Nasional dan putra Albert Mebri, Jems Ririhena dan Ilarius.

Albert Mebri pecatur orang asli Papua berhasil memperbaiki rangkingnya. Ia meraih poin 5 pada Kejurnas kali ini. Untuk meraih poin lima, Mebri menaklukan seorang pecatur bergelar Master FIDE dan Master Nasional. Dan pada klasmen akhir, Alber Mebri menduduki rangking 12 Indonesia.

Tim PON Catur Papua

Pada ajang Kejurnas Catur di Ambon juga digelar Rapat Kerja Nasional Percasi. Pada kesempatan itu Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto menanyakan kesiapan Papua sebagai tuan rumah PON. “Dalam Rakernas, Ketua Umum menyinggung kesiapan Papua sebagai tuan rumah perhelatan PON, dan Papua sudah siap terutama untuk Cabor Catur,”ungkap Sekum Percasi Papua Banjir Ambarita SE, MP, WN, PNP.

Pada perhelatan Kejurnas di Ambon, ada 6 wasit asal Papua yang ikut memimpin jalannya pertandingan yakni
Drs. S.M.Ventje Ropa, PN, WN. Banjir Ambarita, SE, MNP,WN,PNM, Suroso, WN. Sony Ronal Ropa, WN, Melky Udam, M.Pd, WNP Kab. Jayapura dan Djini Kab. Mimika Timika. “Jumlah kali ini yang jadi wasit dari Papua tergolong cukup banyak, ini suatu penghargaan bagi kita,”kata Ventje.

Salah satu Wasit asal Papua yang memimpin jalannya Kejurnas, Sony Ronal Ropa menyatakan, ini merupakan pertama kali wasit asal Papua yang jumlahnya cukup banyak menjadi wasit di turnamen nasional. “Saya kira ini pengalaman pertama, Wasit asal Papua banyak dipercaya memimpin event nasional. Mudah-mudahan kedepan makin banyak,”ungkapnya.

Salah satu pecatur Papua yang turun dalam Kejurnas Ambon, Jems Ririhena meminta pada PON mendatang, semua pemain yang diterjunkan kelompok senior utama, agar usia benar-benar 60 tahun. “Harus benar-benar usia 60 tahun sesuai kesepakatan, karena nomor ini permintaan Papua sebagai tuan rumah,”tukas Jems.

Bagikan :

News Feed