oleh

Dinas Pendidikan Dan WVI Belum Miliki Data Siswa Yang Ditahan

Wamena (KT) – Sejauh ini, sejak kejadian 23 September 2019 lalu, Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya serta Wahana Visi Indonesia (WVI) belum memiliki data terkait berapa jumlah siswa yang terlibat dan sedang ditahan oleh pihak kepolisian.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, melalui Sekretarisnya, Bambang Budihandoyo, Senin (11/11/2019) mengungkapkan, dinas pendidikan belum miliki data lengkap, karena selama ini yang didata oleh dinas pendidikan Jayawijaya ialah data terkait ketidakhadiran siswa di sekolah.

Ketidakhadiran siswa disekolah kata Bambang, dikarenakan sedang mengikuti orang tuanya keluar dari Kota Wamena dan yang kedua ikut penitipan di sekolah yang lain.

“Yang ditangkap kami belum dapat informasi, yang kami tahu hanyalah pindah ikut orang tua,” kata Bambang Budihandoyo disela-sela kegiatan Pertemuan Koordinasi Pemantapan Proses Belajar Mengajar di SD Negeri Wamena Jayawijaya.

Diakui Bambang, dari data yang dimiliki Dinas pendidikan Jayawijaya, proses belajar mengajar di sekolah sudah berjalan, dan dari data terbaru ada 64 sekolah yang telah aktif.

“Data 4 November kemarin, 64 dan dalam kota sudah jalan semua walaupun ada 2 sekolah yang belum aktif proses belajar mengajarnya, hanya lakukan pembersihan sekolah,” kata Bambang.

Diakui Bamabang, dari 64 Sekolah, tenaga pengajar yang sudah aktif mengajar sebanyak 589 tenaga guru, sedangkan jumlah siswa aktif ke sekolah sebanyak 5909 atau 39 Persen, sedangkan sebanyak 546 siswa dikategorikan mutasi keluar Wamena.

Sementara itu, Response Manager WVI, Eninofa Range menjelaskan, pihak WVI belum mengetahui dengan pasti terkati berapa jumlah Siswa yang ditahan karena terlibat pada kerusuhan 23 September 2019 lalu.

“Kalau untuk itu kami tidak tahu sama sekali,” kata Response Manager WVI, Enonofa Range.
Menurutnya, selama ini WVI lebih fokus di Wamena kota untuk melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan.

“Kami lebih fokus kepada Psikososial yang kemarin sudah dilakukukan dan melihat guru-guru untuk mempraktekan di sekolah,” kata Response Manager WVI, Eninofa Range.(NP)

Bagikan :

News Feed