oleh

Titipkan Senpi Kepada Keluarga, Seorang Oknum Polisi Polres Pegubin Ditahan di Polda Papua

Sentani,(KT)- Seorang oknum anggota Polisi yang sehari-hari bertugas di Polres Pegunungan Bintang,(Pegubin) berpangkat Briptu berinsial, LW terpaksa ditahan oleh divisi Profesi dan Pengamanan,(Div Propam) Polda Papua akibat kelalaian terhadap penggunaan senjata api,(Senpi) yang dimiliknya yang dititipkan kepada salah satu keluarganya berinisial, TS (29) yang saat ini telah mendekam di Rutan Polsek Sentani Kota.

Kapolsek Sentani Kota, AKP Lintong Simanjuntak didampingi, Kabag Ops Polres Jayapura, AKP Praja G. Wiratama, S.Ik dalam keterangan persnya di Kantor Polsek Sentani Kota membenarkannya bahwa, penahanan seorang anggota Polisi berinsial, LW berawal dari ditangkapnya, TS yang ketahuan memiliki dan menguasai senjata api,(Senpi) yang bukan miliknya hingga akhirnya berujung bui,” katanya, Rabu (20/11/2019) siang.

Untuk kronologis kejadiannya, terangnya bermula ketika LW yang merupakan anggota Polisi turun ke Jayapura sambil membawa senpi jenis revolver Taurus No Seri.XK 255731 tanpa izin dari Kapolres Pegubin.Tiba di Jayapura dia bersama tersangka, TS menggelar pesta miras dihari sabtu sekitar pukul 19.00 wit di Nimbokrang lalu berlanjut dihari Minggu.

Karena, LW sudah dalam keadaan mabuk berat akhirnya menitipkan senpi miliknya kepada TS . Tak berselang beberapa menit kemudian, isteri TS menelepon agar pulang kerumah sebab anaknya sedang sakit di Puay sambil membawa senpi dan sisipkannya dipinggangnya setelah tiba dirumah lalu dihari senin tanggal 18 November 2019 dia mengantarkan anaknya ke Puskesmas Puay setelah itu kembali ke Nimbokrang namun di Sentani bertemu dengan temannya yang sudah dalam keadaan mabuk sehingga dia juga ikut bersama rekannya ke salah satu hotel di Kota Sentani guna mengkonsumsi miras lalu kemudian dia bersama temannya menuju rumah bernyanyi Pandawa. Karena, TS sudah dalam keadaan mabuk berat akhirnya menitipkan senpi itu kepada resepsionis lalu melanjutkan karaoke. Curiga, makanya resepsionis menghubungi Opsnal Polsek Sentani Kota,” terangnya.

Akibatnya,TS dijerat pasal 1 ayat 1 UU No.12 Tahun 1951 tentang UU Darurat dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun,” tegasnya.(TOM)

Bagikan :

News Feed