oleh

Wabup Keerom : Jangan Halangi Anak Papua Jadi Pemimpin

KEEROM (KT) – Terkait dengan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Keerom, Wakil Bupati, Piter Gusbager menyebut aspirasi kontekstual juga harus di hormati. Hal tersebut, kekhususan putra OAP yang untuk memimpin di tanahnya sendiri.

“Makanya jangan halangi anak papua jadi pimpinan, ketika nilai itu tidak dihargai maka politik itu akan goyang, karena itu kepentingan negara,” kata Pieter tegas

Disela Kegiatan Lounching Pilkada Kabupaten Keerom, Piter Gusbager mengatakan selama empat kali Pilkada di Papua, pembangunan di Kabupaten Keerom terkesan tidak berjalan dengan baik.

“Di Keerom ini pelaksanaan Pilkada keempat, sejak Keerom berdiri, tapi keerom tidak maju, saya jalan di semua distrik masyarakat susah. Apalagi lewat skamto pinggang sakit. Itu hubungan antara pemimpin dan jalan, saya sebagai wakil bupati saya bicara sesuai kepentingan masyarakat.

Berkaca dari hal tersebut, Pieter berharap masyarakat Kabupaten Keerom lebih jeli dan bijak memilih pemimpin pada Pilkada Keerom. Ia menyebut, jangan rangkaikan Pilkada di Keerom dengan hoax serta diisi dengan kecurangan dari unsur penyelenggara.

“Tidak boleh ada Hoax, tidak boleh ada Sara. Saya ini yang jaga garuda di perbatasan, yang lain itu cuma cari makan disini, jadi pilih pemimpin yang tau suara rakyat, yang bisa merakyat agar bisa menjalankan apa yang diinginkan rakyatnya,” kata dia.

Terkait itu pula, Piter juga menyoroti soal EKTP di Kabupaten Keerom, Ia menyebut terdapat sekitar 7000 masyarkat Kabupaten Keerom belum melakukan perekaman.

“Ada 7000 orang keerom yang belum punya KTP, saya sudah perintahkan dukcapil, saya minta 500 blangko hadir, tapi sampai saat itu barang itu ada dimana. Masalah paling besar adalah banyak yg tidak bisa di layani karena persoalan KTP, “ katanya.

Menurutnya, Disdukcapil adalah benang khusus jalannya pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Keerom, dan potensi terjadinya penggelembungan suara sangat besar jika hal tersebut dibiarkan.

“Kalau tra punya TKP maka jangan pikir dapat dilayani, bagi saya Dukcapil ada benang khusus, karena undangan KPU itu berbasis EKTP,” katanya yang juga berjanji akan mendorong pelaksanaan perekaman E KTP di Kabupaten tersebut. (TA)

Bagikan :

News Feed