oleh

Bupati Yahukimo Klaim Mahasiwa Murni Sudah Kembali ke Kota Study

JAYAPURA (KT) – Bupati Kabupaten Yahukimo, Abock Busup menguak fakta terkait keberadaan mahasiswa Eksodus yang saat ini membuat posko di Kabupaten yang di pimpinnya. Pasalnya, tidak ada satupun nama yang terdaftar sebagai mahasiswa murni. Ditengarai, para mahasiswa ini memanfaatkan situasi dengan mengatasnamakan diri sebagai mahasiwa Eksodus

“Dari 580 mahasiswa asal Yahukimo yang studi di luar Papua, nama mereka tidak ada di daftar ini,” kata Abock kepada wartawan, Sabtu (4/11/2020).

Abock mengatakan, bahwa semua mahasiwa yang termasuk dalam data resmi dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo telah kembali ke kota studi masing-masing. Sementara yang saat ini mengatasnamakan mahasiswa Eksodus adalah mereka yang telah selesai berkuliah dari wilayah Papua dan kembali ke Yahukimo serta mengatasnamakan diri sebagai Eksodus.

“Jadi mereka ini mengatas namakan eksodus saja, tapi bukan mahasiswa lagi,”kata Abock yang juga mengaku bahwa terkait keberadaan para mahasiswa tersebut pemerintah telah memberikan data resmi kepada TNI/Polri termasuk Gubernur Papua.

Sementara untuk Mahasiswa Eksodus asal Yahukimo yang saat ini membuat Posko di Perumnas III Waena, kata Abock, hingga saat ini tidak memberikan daftar Namanya kepada Pemerintah.

“Saya sudah turun kesana, dialog dengan mereka dan saya serahkan dana Rp200 juta untuk mahasiwa untuk mereka daftarkan nama, tapi hingga saya bicara sekarang, tidak ada satupun daftar nama yang diserahkan kepada pemerintah Yahukimo,” jelas Abock

Abock sendiri sangat menyayangkan hal ini, sebab adik-adik mahasiwa tersebut, terkesan hanya mahasiswa abadi yang datang bicara atas nama mahasiwa Eksodus. “Karena itu saya sampaikan kepada mereka jangan mengatasnamakan mahasiwa lagi. Kalau mau pulang ya langsung pulang saja, jadi adik-adik dari jayapura ini memanfaatkan situasi mengatakan posko mahasiswa eksodus,” katanya.

Intinya kata Abock, terkait Mahasiswa asal Yahukimo semuanya telah kembali ke Kota Studi dan pemerintah Daerah bertanggung jawab. “Kalau yang murni saya pastikan mereka sudah kembali ke kota studi, pemerintah tetap bertanggung jawab melalui korwil masing-masing,” katanya. (TA)

Bagikan :

News Feed