oleh

Jayawijaya Akan Perketat Distribusi Peredaran Daging

Wamena (KT) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam tahun 2020 ini akan memperketat pendistribusian daging ke Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya, Hendri Tetelepta mengungkapkan, kegiatan tersebut perlu dilakukan untuk mengawasi peredaran baik ternak yang dalam bentuk daging olahan es, atau ternak hidup yang masuk.

“Sampai sekarang di Jayawijaya ini belum punya stasiun karantina pertanian dan yang ada baru karantina kesehatan dan itu hanya ada satu di Jayapura, sedangkan stasiun karantina itu baru ada di Merauke, Mimika, Biak,” ungkap Hendri, Rabu (15/1/2020).

Untuk pengiriman ternak Babi ke Kabupaten Jayawijaya, Hendri berharap agar sebelum masuk ke Kabupaten Jayawijaya, harus melalui karantina terlebih dahulu, karena Jayawijaya belum memiliki sarana prasarana dan petugas.

Diakui, untuk antisipasinya, dengan mencegah daging atau ternak yang masuk ada terinfeksi penyakit, dan juga melakukan pemantauan secara manual karena tidak punya sarpras untuk mendetail.

“Sehingga upaya yang kita punya ialah pencegahan, vaksin kepada ternak yang masyarakat punya selama ini,” kata Hendri.

Selain itu, dinas juga melakukan vaksinasi kepada hewan-hewan peliharaan masyarakat lokal, dengan tujuan supaya penyakit dari luar tidak menulari kita punya ternak lokal.

Untuk pengadaan ternak Babi, Hendri menjelaskan,selama ini Ternak Babi yang masuk ke Jayawijaya diambil langsung di Kabupaten Kerom.

‘Kita punya kerjasama dengan beberapa pihak seperti contohnya Binmas Noken dari kepolisian dimana itu juga ada program untuk peningkatan ternak babi lokal,” kata Hendri.

Diakui Hendri, terkait pemeliharaan dan pencegahan penyakit pada ternak lokal, kendala yang selama ini dihadapi adalah kurangnnya tenaga ahli atau bahkan dokter hewan.

Sehingga dirinya berharap, sebagai Kabupaten Induk Jayawijaya harus memiliki dokter hewan, agar ternak yang masuk dari luar Kabupaten Jayawijaya dapat terkontrol.(NP)

Bagikan :

News Feed