oleh

KONI Serahkan Peralatan Cabor Atletik

Jayapura, (KT) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua kembali menyerahkan peralatan atlet atletik yang akan turun pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Halaman Kantor Koni, Rabu (15/1/2020).

Ketua Harian PASI Papua, Julianus Worabay mengatakan, ada 19 aitem peralatan yang diserahkan dari Koni Papua kepada PASI Papua.

“ini peralatan tahap kedua, tahun lalu kita juga sudah dapat peralatan latihan dari Koni,” kata Julius kepada wartawan.

Dikatakan, peralatan atletik ini langsung dari Amerika, dan masih ada peralatan sisa dalam waktu dekat sudah tiba di Jayapura,” katanya.

Julius mengaku, dengan fasilitas latihan yang terbaik ini, diharapkan dapat memacu semangat para atlet.

“peralatan terbaik yang kami dapat ini diharapkan bisa meningkatkan prestasi Papua pada pelaksanaan PON XX,” ujarnya.

Julius melanjutkan, jumlah atletnya saat kurang lebih 76 orang, namun akan terjadi pengurangan atlet saat ivent Papua Open bulan Februari 2020 mendatang di Kabupaten Mimika.

“kami tidak menjanjikan berapa medali emas yang akan kita raih nanti di PON, tapi kami akan berusaha untuk meraih prestasi terbaik di bumi Cenderawasih,” ucap mantan atlet sepak bola PPLP Papua tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya mengharapkan para atlet yang masuk dalam tim Atletik Papua untuk tidak lagi bermain-main, namun fokus kepada latihan demi sukses prestasi PON.

Apalagi menurut Kenius, Atletik merupakan salah satu dari 37 cabang olahraga unggulan dari kontingen Papua yang nantinya berlaga di PON XX.

“Jadi tidak usah banyak main-main, fokus sekarang dan tunjukan prestasi dengan peralatan yang sudah diberikan untuk menunjang latihan mereka,” kata Kenius.

Bahkan Sekum KONI Papua, mengungkapkan pengurangan atlet PASI Papua akan dilakukan pada saat Kejuaraan Nasional Papua Open di Kota Mimika bulan Februari mendatang, termasuk menjadi indikator prestasi dari atlet PASI.

“Kita akan lihat pasca Papua Open di Timika indikator atlet, yang cukup banyak, akan dikurangi dari jumlah 74 atlet hingga 54 atlet. Dalam waktu yang ada sudah harus memacu atlet mereka untuk berprestasi,” ungkapnya.

Kenius menilai prestasi atletik harus di tingkatkan karena pada saat Kejuaraan Nasional Atletik di Jogja tahun 2019 lalu, PASI Papua belum bisa berbicara banyak dinomor lari. Hanya di nomor lempar lembing yang masih bisa berprestasi.

“Dalam waktu yang ada atletik harus memacu diri, karena Kejurnas Panglima cup tahun lalu masih jauh dari harapan, yang masih unggulan di lempar lembing bisa dapat medali emas, nomor lari harus tingkatkan. Oleh karena itu, dengan peralatan yang kita berikan menjadi motivasi dan semangat bagi mereka untuk berprestasi,” tutupnya.

Bagikan :

News Feed