oleh

Lolos Dari Hadangan Kelompok Bersenjata, 7 Polisi Naik Pangkat Luar Biasa

Jayapura, – Tujuh anggota Polri dari jajaran Polres Puncak Jaya mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Kapolri karena berhasil melaksanakan tugas pengawalan kotak suara dalam Pilgub Papua pada bulan Juni 2018, di wilayah Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya. Mereka juga lolos dari hadangan kelompok bersenjata saat naik speed boat di Sungai Mamberamo.

Ketujuh anggota Polri yang mendapat Pangkat  Luar Biasa (LB) yakni Bripka LB Yusup S. Toding, Bripka LB Mulyadi, Bripka LB Mathias A. Derin, Bripka LB Stevanus Auparay, Brigpol LB Petrus Zakeus Imbiri, Briptu LB Firmansyah dan Briptu LB Daniel Angser Tamunan. Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, memimpin acara penyerahan pangkat  tersebut di Halaman Apel Mapolda Papua, Kota Jayapura, Selasa (1/8) pagi.

Kapolda Papua dalam sambutannya saat upacara penyerahan KPLB mengatakan, kenaikan pangkat luar biasa ini tidak secara tiba-tiba diberikan. Namun melalui proses administrasi dan penilaian oleh pimpinan atas perjuangan, pengabdian dan dedikasi tinggi yang telah ditunjukkan selama bertugas. Dan telah dianggap melampaui panggilan tugasnya dengan semangat berkorban untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kenaikan pangkat luar biasa ini menjadi contoh motivasi dan sebagai inspirasi kepada anggota lainnya untuk berlomba-lomba meraih prestasi dalam dalam memberikan terbaik kepada institusi Polri, masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Boy.

Boy Rafli menuturkan, pangkat luar biasa ini merupakan bentuk pengahrgaan mengingat betapa berat tugas yang dilaksanakan tujuh anggota anggota tersebut dalam pengamanan Pilkada Serentak Papua pada 27 Juni lalu.

Diketahui sebelumnya,  dua anggota Polres Puncak Jaya yakni Iptu LB anumerta Jesajas H. Nussy dan Bripka R.O Kabarek, gugur atas penghadangan disertai serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) ketika mereka melakukan pengawalan kotak suara bersama ketujuh anggota lainnya dan Kepala Distrik Torere di sekitar Sungai Douw, Mamberamo Raya.

“Bagi rekan yang lain, momen ini bisa dijadikan contoh bahwa anggota yang berprestasi maka akan diberikan penghargaan. Disatu sisi kita harus pahami anggota yang melakukan pelanggaran akan diberi punishment. Profesionalitas dan disiplin wajib dalam diri kita Karena kita menerima fasilitas dari negara,” tutup Boy Rafli. (Paul)

 

Bagikan :

News Feed