oleh

Proses Pengenalan Kampus Uncen Menyimpang

Jayapura, – Pembukaan orientasi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Cenderawasih (Uncen) yang berlangsung pada Selasa (14/8) pagi, diwarnai ketegangan luar biasa.

Ketika Rektor Uncen DR Apollo Safanpo ST MT yang keluar gedung auditorium menuju gedung Pasca Sarjana saat berakhirnya acara tersebut, Ketua BEM Uncen Fery Kombo bersama beberapa anggota BEM lainnya menyusul keluar menuju pintu utama auditorium dan meneriakkan kata: Papua Merdeka!.

“Polisi dan TNI punya undang-undang sendiri jadi silahkan pergi. TNI Polri punya waktu 15 menit untuk meninggalkan Uncen,” sambung Fery.

Mendengar teriakan tersebut, Kapolres dan Dandim yang saat itu bersama Rektor Uncen saat menuju gedung Pasca Sarjana, langsung berhenti dan menghampiri BEM Uncen.

Kepada BEM, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya dan Dandim memiliki kewajiban mengawasi atas dasar adanya informasi bahwa, aktivitas PKKMB ini dilakukan tidak sesuai peraturan Menteri Pendidikan mengenai pelaksanaan PKKMB. “Kalau anda mau bertanggung jawab silahkan lanjutkan tapi saya tidak akan tinggal diam. Kami akan tindak tegas,” pungkas Gustav.

Pembukaan PKKMB akhirnya diawasi oleh polisi lantaran ada beberapa aturan panitia yang dianggap menyimpang dari ideologi NKRI.

Sementara Rektorat Uncen mengakui adanya intervensi kelompok tertentu dalam PKKBMB yang dilaksanakan beberapa hari ini di lingkungan Kampus Uncen, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

“Kelompok tertentu ini menerapkan aturan kepada mahasiswa baru untuk membawa atribut Bintang Kejora dan menyanyikan yel-yel yang bertentangan dengan ideologi negara,” ungkap Rektor Uncen, Apolo Safanpo dalam jumpa persnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (14/8) siang.

Kata Apollo, kelompok yang ia maksud menyusup ke tiga fakultas yang ada di Uncen, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Sosial dan Politik (Sospol), dan Fakultas MIPA.

“Ini bertentangan dengan visi dan misi Uncen dan nyata pelanggaran. Bahkan kelompok ini menghadirkan pemateri dari luar yang belum kita ketahui latarbelakangnya, lalu menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan NKRI,” bebernya.

“Jika ditemukan tindakan pidana dan kriminal yang bertentangan dengan ideologi negara, maka akan berhadapan dengan pihak yang berwajib,” tegasnya.

Diketahui sebelummya, para mahasiswa baru Uncen ini dalam selebaran panitia PKKMB, diwajibkan membawa papan nama berukuran 30 X 20 centimeter yang bertuliskan identitas diri mereka ditambah kata “Referendum” di bagian bawahnya. Bahkan beberapa hari ini beredar video yel-yel mahasiswa Uncen di media sosial yang diduga menyampaikan ujaran Papua Merdeka. (ara)

Bagikan :

News Feed