oleh

Sesalkan Aksi Separatis di Uncen, TNI Dukung Polri Ambil Langkah Hukum

Jayapura, – Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit melalui Wakapendam Letkol Inf Dax Sianturi, Rabu 15 Agustus siang, menyesalkan terjadinya aksi seperatisme dalam instiusi kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, pada pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa kemarin.

Aksi separatisme yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Fisipol Uncen itu, kata dia, justru menciderai wajah kampus kebanggaan masyarakat Papua. Dimana Uncen sendiri dibangun atas prakarsa para tokoh masyarakat pada tahun 1962.

“Secara hukum itu bisa dikatakan persengkongkolan atau permufakatan jahat  yang melibatkan berbagai oknum dengan tujuan melanggar ideologi Pancasila dan penyimpangan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya kepda wartawan di Markas Komado Daerah Cenderawasih.

Dirinya meuturkan, aksi separatisme itu secara langsung menjadi bentuk penghianatan oleh mahasiswa terhadap para pendiri kampus tersebut. “Uncen itu secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Pemerintahan Republik Indonesia semasa UNTEA, yakni Max Maramis pada tanggal 10 November 1962 pukul 20.00 WIT, di suatu lorong depan kamar kecil dalam gedug Osiba (Oplending Scchool Voor Inheemsche Bestuurs Ambtenaren) di Hollandia Binnen (sekarang Abepura),” tuturnya.

Bahkan, lanjutnya, pemerintahan semasa pergerakan kemerdekaan pada 1927, Papua yang disebut dengan Hollandia saat itu, sudah masuk dalam wilayah NKRI. Buktinya, banyak para founding fathers (pendiri bangsa -red) yang berjuang dalam kemerdekaan NKRI ditahan dan dibuang ke Boven Digoel. Mereka dijadikan tahanan politik oleh pemerintah Hindia belanda.

“Dari situ kan sudah final kalau kemerdekaan Republik Indonesia ini didasari oleh persatuan, tidak melihat latar belakang dan rumpun. Mestinya para mahasiswa itu kritis dan belajar dari sejarah. Bukan malah membuat polemik hingga merusak generasi muda Papua lewat doktrin baru, dan membelokkan fakta-fakta sejarah,” pungkasnya dengan nada kesal.

Disinggung mengenai peran TNI selama ini untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada generasi muda di tanah Papua, kata Dax, pihaknya sudah sejak lama memberikan pembinaan bagi pelajar dan generasi muda Papua melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan jajaran Kodam.

“Sebenarnya TNI tidak diam saja. Kami telah lama melakukan kegiatan pembinaan generasi muda mulai dari kota hingga perbatasan negara melalui tugas-tugas SAtgas Pamtas.  Kedepan, ini menjadi konsen kita bersama kedepan, dan harus lebih mengakomodir lagi soal hal yang diinginkan para anak muda ini,” harapnya. (ara)

Bagikan :

News Feed