oleh

Jumlah Cabor PON Papua Belum Jelas

Jayapura, Kawattimur- Pelaksanaan perhelatan Pekan Olahraga Nasioanal ke- XX tinggal 2 tahun lagi. Meski geliat pembangunan sarana prasarana terus berjalan, terutama stadiaon utama Kampung Harapan Sentani, namun berapa jumlah cabang olah raga yang akan diperlombakan hingga kini belum pasti.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan pemuda Provinsi Papua Daud Nagabalin mengatakan, akan segera mengusulkan adanya penetepan Gubernur terkait jumlah cabang olah raga yang akan diperlombakan dalam PON. “Sebagai Plt baru, langkah awal kami, mengusulkan adanya surat keputusan gubernur terkait kepastian berapa jumlah Cabor yang akan diperlombakan. SK Gubernur itu sebagai payung hukum atau landasan hukum, untuk mengeluarkan anggaran yang akan digunakan dalam membangun venue dan saran prasarana pendukungnya,’’ujar Ngabalin kepada wartawan Rabu 29 Agustus malam di Jayapura.
Menurutnya, hingga saat ini, jumlah Cabor yang akan diperlombakan belum pasti, akibat belum keluarnya SK gubernur terkait hal itu. “Kita belum tahu pastinya berapa Cabor yang akan di perlombakan, dengan dasar inilah KONI akan usulkan kepada Pemda, agar segera dikeluarkanlah SK Gubernur terkait dengan hal itu,’’terangnya.
Terkait sudah adanya penetapan KONI pusat mengeani 48 Cabor yang akan diperlombakan , Daud Ngabalin mengakui akan hal itu, namun semuanya kembali kepada kesiapan tuan rumah. “Meski sudah ada penetapan, tapi masih ada ususlan 2 Cabor lagi, jadi sesuai AD/ART KONI, penetapan Cabor tergantung kesiapan tuan rumah. Sehingga harus segera diputuskan dengan SK Gubernur agar focus pembangunan dan penyiapan sarana prasarananya lebih optimal,’’tegasnya.
Mengenai rencana pembangunan Venue Cabor yang belum ada, akan ada pematangan tanah yang sudah disiapkan.”Kami harap tahun ini sudah bisa melakukan lelang perencanaan Venue, dengan target pada 2019 pelaksanaan konstruksi semua venue ini dapat dilaksanakan, baik bangun baru maupun yang di rehap,”ujarnya.
Untuk memaksimalkan persiapan PON, lanjut Ngabalin, pihaknya juga mengusulkan revisi personil Pengurus Besar PON. “Harapan kami juga ada revisi PB PON untuk tahun ini, sebab hingga saat ini tidak berfunsi secara baik, setidaknya kedepan harus lebih optimalkan, agar adanya percepatan penanganan POn 2020,’’tandasnya.
Ia berharap, Media juga memberikan kontribusi dalam menyuskseskan PON, dengan memberikan informasi aktual dan valid, sehingga ada tangan kita yang tidak bisa terjangkau, yang barangkali masih ada di permukaan untuk diungkap ke masyarakat. “Bisa saja mata kita terbatas, telinga kurang, dan tangan tidak sampai, agar bisa di respon secepatnya,”paparnya.
Meski demikian, Ngabalin tidak menampik apa yang sudah dikerjakan pejabat Kadispora sebelumnyta. “ Bukan berari pejabat sebelumnya tidak melakukan yang terbaik, atau belum banyak yang di kerjakan. Namun percepatan itu, harus dilakukan dalam dua tahun terakhir. Jadi hal-hal ini perlu di sinergitaskan dengan semua stage holder yang ada di Papua, agar di fungsikan secara baik, agar kedepan yang dikerjakan untuk sukseskan pelaksanaan PON 2020 bisa berjalan on the track daan bersama-sama, dengan mengesampingkan ego sektoral,’’tandasnya.
Yang jelas, Pemerintah Papua optimis, penyelenggaraan PON 2020 harus siap terlaksana, karena PON adalah harga diri. “Kalau Venue belum terbangun saya pikir laut juga bisa, paling tidak kalau akomodasi belum ada, kita tidur di tendalah, Di tempat lain akomodasi belum siap namun PON tetap berjalan seperti di Kalimantan, Palembang bahkan di Surabaya juga, dan saya yakin PON tetap terlaksana ” imbuhnya.

Bagikan :

News Feed