oleh

Kirab Satu Negeri di Batas Negara RI-PNG Masuk Rekor MURI

Jayapura,Kawattimur – Merawat Nasionalisme Kita. Tiga kata ini lebih tepat untuk menggambarkan rangkaian keseluruhan perhelatan Kirab Satu Negeri yang digelar di, Batas Negara Indonesia-Papua New Guinea, Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Senin 17 September 2018.

Sepanjang 1.500 meter dengan lebar 1,5 meter kain merah putih dibentangkan. Dan perhelatan ini menjadi sebuah sejarah baru bagi kita untuk menyatukan segala keberagaman, tanpa memperdebatkan perbedaan latar belakang suku, agama dan ras. Bahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan piagam resmi atas perhelatan ini.

Kirab Satu Negeri ini mulai digelar secara serentak dari lima wilayah terluar yakni Sabang, Nunukan, Miangas, Rote dan Merauke, pada Minggu kemarin. Usai dari Papua, Kirab Satu Negeri ini akan berlanjut menyinggahi Maluku, Denpasar, Banyuwangi dan akan berakhir di Yogyakarta, pada 28 Oktober mendatang.

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang menggagas kegiatan ini melalui Ketua Umumnya Yakub Kholil Khomas mengungkapkan, perhelatan ini sebagai wujud ekspresi pihaknya dalam merawawat kewarasan kita dalam berbangsa dan bernegara. “Indonesia adalah Kita dan kita adalah Indonesia,” ungkapnya.

Ia menegaskan, gerakan cinta agama selalu dilakukan oleh GP Ansor dengan menebar agama ramah penuh cinta kasih. Sebuah kesadaran tentang keragaman agama di Indonesia. Kata dia, agama sesungguhnya harus dijadikan sebagai alat pemersatu negeri, terlebih tidak menggunakan simbol agama sebagai alat politik.

“Dasar kegiatan kita ini tercetus ketika kelompok-kelompok kecil bermunculan menggugat Pancasila dan NKRI yang saya kira tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan di Skow, Senin sore.

Yakub menuturkan, sebanyak 17 bendera dikirab dari lima wilayah terluar ke seluruh penjuru Indonesia. Bendera tersebut sebagai simbol hari kemerdekaan bangsa Indonesia, yang juga merupakan angka keramat bagi umat islam, berdasarkan 17 rakaat dalam sholat.

“Ada 17 bendera yang kita kirab selama 41 hari mengelilingi Indonesia. beberapa kelompok ormas, komunitas dan siswa sekolah ikut terlibat dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada dunia bahwa dengan segala keberagaman, Indonesia bisa berdamai dan bersatu.

“Kita ingin menyampaikan bahwa dunia bisa belajar dari Indonesia soal keberagaman,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Papua dan Papua Barat, Amir Madubun mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah momentum besar yang digagas oleh pihaknya dari ujung timur Indonesia, sebagai bentuk cinta NKRI.

“Menuju pada sebuah perjuangan, terkadang kita menemui tantangan. Tapi kita memiliki komitmen bersama tetap NKRI, dan menjaga keutuhan berbangsa tanah air, karena Papua adalah Indonesia, dan Papua adalah NKRI,” tandasnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin serta jajarannya yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengungkapkan, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia menghimbau, agar generasi muda menjadi magnet pemersatu dalam keberagaman Nusantara. Terlebih, bisa memberikan inspirasi baru seperti apa yang telah ditorehkan oleh GP Ansor dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang.

“Ini merupakan peristiwa yang sangat unik. Sekaligus acara ini membawa pesan bahwa kita sangat cinta dengan NKRI. GP Ansor telah membuat sebuah sejarah di Papua ini. Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua,” lugasnya.

Turut hadir dalam kirab ini, perwakilan Gubernur Papua, perwakilan dari Kodam XII Cenderawasih serta para anggota TNI, Pejabat utama Polda Papua beserta anggotanya, sekitar 600 pelajar, komunitas motor dan mobil, serta sekitar 150 orang anggota GP Ansor dari berbagai wilayah Papua. (Ara)

Bagikan :

News Feed