oleh

Pasca Penggrebekan Markas KNPB Timika, 2 Jadi Tersangka

Jayapura, Kawattimur – Akhirnya Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika menetapkan dua orang tersangka dari depalan orang yang diamankan tim Gabungan Polri-TNI atas kepemilikan ratusan amunisi aktif, senjata api, bom molotov, serta bendera bintang kejora dan berkas terkait Papua merdeka yang diamankan pada Sabtu 15 Agustus lalu. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Polda Papua saat temui Kawattimur di Media Center Polda Papua, Senin malam 17 September 2018.

Kata Kamal dua dari delapan orang yang diamankan kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah mendekam di sel tahanan Polres Mimika, sementara enam orang diantaranya telah dipulangkan kepada pihak keluarga masing-masing.

“Ada dua yang kami tetapkan sebagai tersangka yakni PN dan YE, dimana keduanya merupakan oknum yang hendak menyerang petugas saat dilakukan penggeledahan saat itu, satu diantaranya terpaksa dilumpuhkan,” ungkapnya.

Kamal menuturkan, sampai saat ini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik mengingat keduanya diduga mengetahui asal usul amunisi serta senjata api saat dilakukan penggeledahan. Selain itu juga keduanya mengetahui sumber amunisi yang hendak dibawa RW dari Timika ke Kabupaten Yahukimo.

“Keduanya diduga merupakan jaringan Kelompok kriminal bersenjata di Timika dan diduga keduanya juga memiliki jaringan pemasok Amunisi, namun panyidik masih dalami keterkaitannya dengan tersangka RW yang ditangkap di bandara Timika saat membawa amunisi saat hendak memasuki bandara Mozes Kilangin dengan tujuan Dekay, Yahukimo,” terangnya.

Sementara itu perlu diketahui, Markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Timika yang berlokasi Jalan Freeport Kompleks Bendungan, digeledah aparat gabungan TNI/Polri Sabtu (15/9) pagi.

Penggeledahan yang dilakukan aparat Gabungan merupakan tindak lanjut dari pengembangan terhadap seorang remaja berinisial RW (20) yang ditangkap di Bandara Moses Kilangin Timika lantaran kedapatan membawah 153 amunisi aktif serta uang tunai senilai Rp.110 juta rupiah.

Dari hasil penggeledahan aparat gabungan berhasil mengamankan 8 orang pria, dimana 2 diantaranya terpaksa dilumpuhkan lantaran menggunakan peluru karet lantaran hendak menyerang petugas. Selain mengamankan 8orang pria Tim gabungan pun mengamankan barang bukti antara lain Senjata rakitan jenis Revolver, 104 butir amunisi Kaliber 5,56, 11 butir amunisi Revolver , satu butir amunisi 7,62 AK47, tujuh botol Bom Molotov rakitan, Bendara bintang kejora, Dokumen Papua merdeka, Handphone, Laptop, alat tajam serta Tombak dan anak panah. (ara)

Bagikan :

News Feed