oleh

LDII Bakal Gelar Rakernas, Pesta Demokrasi, Saatnya Rakyat Salurkan Aspirasi

Jayapura-Kawattimur, LDII bakal menggelar Rakernas pada 10- 11 Oktober 2018.  Perhelatan akbar organisasi seusai Munas ini bebarengan dengan agenda bangsa, Pemilu Legeslatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 – 2024 secara bersamaan. LDII memandang, Rakernas ini sangat strategis, baik bagi LDII maupun bagi rakyat Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya.

Momentum ini, dimanfaatkan LDII sebaik-baiknya untuk melakukan proses agregasi aspirasi (pengumpulan berbagai aspirasi) yang dibawa oleh para utusan (peserta Rakernas) yang berasal dari 34 propinsi dan sekitar 430 utusan kabupaten/Kota serta para peninjau dari berbagai lembaga pendidikan umum dan pondok pesantren. Total peserta mencapai 1.400 orang, yang bertempat di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur.

Selanjutnya, aspirasi yang diperoleh dari Rakernas inidiharapkan juga akan dapat disampaikan kepada para calon-calon pimpinan nasional, baik yang di eksekutif (capres/cawapres) dan juga bagi para calon legislator (DPR) pada tingkat nasional, provinsi dan Kab/Kota. Selama ini dalamajang kampanye, calon incumbent hanya dinilai berdasar apayang telah dikerjakan – terutama keberasilannya saja — dancalon baru dinilai berdasarkan apa yang ditawarkan.

Pola seperti ini tidak lengkap, karena belum timbal-balik atau hanya sebagai monolong para elit politik. Pada tataran ideal, pelaksanaan agenda demokrasi ini juga harus difungsikan sebagai ajang nasional penyampaian aspirasi yang bersifatsubstantif-aspiratif kepada para kandidat (calon olehrakyat/konstituen), agar para kandidiat dapat lebih mengenalisecara langsung apa harapan rakyat yang bersifat riil-substantif, dan tidak sekedar kegiatan penerimaan atau penyampaiandukungan tanpa kejelasan makna.

Dalam konteks ini, LDII melalui Rakernas 2018 bermaksudmemberikan kontribusi sekecil apapun, agar praktek demokrasi dapat semakin berkualitas dan bermakna, sesuai dengan maksud kehidupan atau tujuan demokrasi itu sendiri. Praktek demokrasi harus mampu mencerminkan atau mewujudkan fungsirepresentasi (keterwakilan) dan tidak hanya sekedar mengejarketerpilihan saja. Bidang eksekutif harus perupakanrepresentasi program kerja sesuai keinginan rakyat, sementarabidang legeslatif merupakan representasi keterwakilan dankebutuhan masyarakat.

Melalui Rakernas ini secara internal LDII akan merumuskan program kerja organisasi yang terdiri dari 8 bidang, secara eksternal LDII akan menyampaikan 8 bidang kerja tersebutkepada calon eksekutif (capres/cawapres) dan juga kepada calonlegislatif, agar nantinya dapat dilaksanakan secara sinergisdalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara yang sehat, produktif dan berdaulat.

Adapun 8 bidang yang akan dibahas di Rakernas meliputi :

  1. Wawasan Kebangsaan
  2. Prinsip Dakwah dan akhlak bangsa
  3. Pendidikan karakter
  4. Pangan dan Lingkungan Hidup
  5. Ekonomi Syariah
  6. Pengembangan Pengobatan herbal
  7. Pemanfaat Teknologi Digital Produktif
  8. Pemanfaatan Energi Baru-Terbarukan

Apabila era agenda demokrasi yang saat bulan Oktober 2018 – April 2019 telah memasuki tahap kampanye, maka harapan LDII adalah, agar pola kampanye merupakan forum take and give program, dalam arti, terjadi interaksi positif-aktif, yaitu para kandidat bisa menyodorkan usulan program maupun menerima usulan program dari konstituen, sehingga program kerja nasional 2019-2024 nantinya siapapun yang terpilih, telah merupakan integrasi program antara program candidat dan usulan konstituen.

Bila keadaan ini dapat terwujud, maka era kampanye dapatmerupakan ajang interaktif positif-aktif, sehingga jargon-jargon negatif yang bersifat saling menjatuhkan dapat diminimalkan dan kehidupan demokrasi yang sehat dan semakin berkualitas dapat diwujudkan bersama.(istmw)

Bagikan :

News Feed