oleh

Honorer Eks Anggota Kelompok Bersenjata Tak Miliki Ijasah, Apa Solusinya?

Jayapura – Kawattimur, Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Yuni Wonda mengakui ada beberapa tenaga honorer yang di rekrut Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya tidak memiliki ijasah asli.

“Jadi, kami telah mengangkat beberapa tenaga honorer memang mereka itu tidak memiliki ijasah asli tetapi melalui pertimbangkan kebijakan kepala daerah karena selalu kait mengkaitkan dengan kelompok kriminal bersenjata yang berbeda pandangan ideologi, ” kata Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda di Jayapura, Rabu (26/9/2018).

Menurut Wonda, pengangkatan tenaga honorer dari mantan kelompok criminal bersenjata yang berbeda pandangan ideology namun mereka di rekrut untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah yang dikenal sebagai daerah konflik di Papua sehingga pembangunan bisa berjalan dengan Aman dan Nyaman.

“Hal ini dilakukan agar masyarakat Papua dan generasi penerus dapat memimpin di tanah Papua, tanpa harus memakai orang dari luar daerah,” ujarnya.

Selain itu, kata Bupati, ada formasi khusus yang diatur Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan agar kebijakan dari Pusat bisa mengikuti pembelajaran paket A sampai dengan paket C bagi ASN yang tidak memiliki ijasah asli.

“Kami dalam mengambil kebijakan atau keputusan itu penuh dengan resiko, Jadi dalam pelaksanaan pembangunan, penyelenggaraan pemerintahaan dan pembinaan kemasyarakatan ada kebijakan khusus yang kita ambil sebagai Kepala Daerah,” jelasnya.

Memang hal itu tidak memenuhi syarat tetapi kebijakan suatu daerah aman itu tergantung kewenangan kebijakan Bupati sebagai Kepala daerah. “Sebenarnya kita tetap kembali lagi kepada kebijakan yang di ambil dari masing – masing kepala daerah untuk masyarakat di daerah mereka,” kata Yuni Wonda.

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda juga menolak penerimaan CPNS 2018 secara online tetapi harus dilaksanakan offline dan kebijakan penerimaan diserahkan sepenuhnya kepada masing masing kepala daerah.
“Nasib masyarakat Papua ada di masing-masing Kepala Daerah, baik Kabupaten/Kota maupun Provinsi sehingga generasi penerus Papua dapat memimpin di daerah sendiri,” katanya. (bm)

Bagikan :

News Feed