oleh

Penyaluran Beras Rastra Berakhir 12 April 2019

Wamena (KT) – Peyaluran Bers Rastra yang selama ini dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya kepada 40 Distrik di Kabupaten Jayawijaya akan berakhir pada tanggal 12 April 2019. Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE.M.Si, Jumat (5/4/2019) usai penyaluran beras rastra kepada msyarakat yang ada di Distrik Hubikiak Kabupaten Jayawijaya. Dijelaskan, penyaluran beras rastra untuk bulan Januari dan Februari kepada masyarakat yang ada di 40 Distrik Di Kabupaten Jayawijaya akan diselesaikan pada tanggal 12 April.

Menurutnya, penyaluran selanjutnya khusus untuk Bulan Maret dan april tetap akan dilakukan setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Legislatif. Diakui Bupati Banua, penyaluran yng dilakukan saat ini akan disalurkan kepada masarakat yang ada di Distrik Libarek, Witawaya dan Distrik Hubikiak. “Ada tiga distrik yang kita turun, saya sendiri sebagai Bupati turun ke Distrik Witawaya sedangkan Bapak Wakil Bupati menyalurkan di Distrik Libarek,” ungkap Bupati Banua. Menurutnya, bantuan beras rastra yang tellah disalurkan pemerintah Kabupaten Jayawijaya merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini bapak presiden melalui kementerian sosial. Untuk itu, dirinya berharap agar penyaluran beras rastra yang disalurkan pemerintah

Jayawijaya tepat dan diterima langsung oleh masyarakat yang ada di tingkat Distrik dan kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayawijaya. Kepada Kepala Distrik dan Kepala Kampung yang ada di Wilayah Kabupaten Jayawijaya, Bupati mengharapkan untuk selalu mengawasi dan melakukan pendampingan terutama dalam peyaluran beras rastra kepada masyarakat.

“Saya harap kejadian yang dulu kita tinggalkan dan sekarang Bupati dan Wakil Bupati yang baru ini harus bers rastra ini diterima langsung oleh masyarakat,” ungkap Bupati Banua. Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH.M.Hum saat memberikan arahannyaa dihadapan maasyarakat Distrik Witawaya mengungkapkan, penyaluran beras rastra jangan dijadikan jatah setiap bulan. “Beras ini hanya dua kilo untuk satu kepala keluarga, jadi saya minta masyarakat jangan menjadikan beras rastra sebagai jatah setiap bulan,” ungkap Wakil Bupati Marthin. Menurutnya, penyaluran beras rastra merupakan kepedulian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, sehingga masyarakat harus menjadikan penyaluran beras rastra sebagai motivasi dalam hal membuka lahan-lahan perkebunan.(NP)

Bagikan :

News Feed