oleh

Koalisi Partai Kota Jayapura Pertanyakan Hasil Rekap Suara Tingkat PPD

JAYAPURA (KT) – Pelaksanaan Pleno Rekapitulasi Suara tingkat Distrik di Kota Jayapura hingga saat ini belum tuntas. Mirisnya, meski waktu pleno Rekap tingkat Kabupaten telah di lakukan, namun tarik menarik hasil rekap suara antara penyelenggara dengan saksi parpol maupun caleg terus berjalan alot, bahkan hasil rekap suara harus dilakukan berulang-ulang tanpa adanya hasil pasti.

Terkait itu, koalisi Parpol Kota Jayapura meminta pertanggung jawaban pihak penyelenggara terkait progres rekapitulasi serta hasil suara yang berubah-ubah tersebut.  Sebab, ada dugaan pengkondisian mulai dari pelaksanaan tahapan Pemilu, penundaan pencoblosan hingga perhitungan suara yang dilakukan berulang-ulang hingga terjadi perubahaan banyak 3 kali.

“Sebenarnya demokrasi macam apa ini, kami kecewa dengan progres ini karena sarat dengan kepentingan dan permainan. Ini sudah tidak sejalan dengan aturan yang ada,” kata Otniel Deda Ketua DPC Hanura Kota Jayapura kepada pers di Hotel Aston, Kamis (9/5/2019)  Otniel bahkan mengklaim adanya penyebaran C1 ganda yang tersebar di 4 daerah pemilihan Kota Jayapura. Selanjutnya, C1 hologram  yang seharusnya di tempelkan di setiap kelurahan, tapi tidak dilakukan oleh penyelenggara.

“ini ada apa sebenarnya? Apa yang di sembunyikan oleh penyelenggara, kami sudah lakukan pengecekan tapi tidak ada di Papua, kami tuntut bawaslu untuk turun tangan dan cari aktor yang menggandakan C1 ini,” kata Otniel.  Selanjutnya adanya kekosongan form di dalam kotak suara di tingkat PPD yang menyebabkan perbedaan antara hasil saksi dan hasil rekapan.

” ini yang kami sebut adanya dugaan yang sengaja di manfaatkan oknum2 tertentu, samplenya di Distrik Heram dan saya yakin hal yang sama juga terjadi di distrik lainnya,” katanya.  Terkait dengan temuan-temuan ini, koalisi partai bersepakat akan mengugurkan semua C1 baik dari Partai, Panwas, hingga PPD. Sehingga agar prosesnya lebih transparan, maka KPU Kota Jayapura harus mengambil alih rekapan tingkat PPD agar di lakukan pemeriksaan kotak suara ulang.   ” jika memang ada temuan kotak suara tidak lengkap, maka pidanakan, dan mari kita hitung ulang kotak suara dan semua bisa terima, karena saat ini kami sudah tidak percaya PPD dan PPS,” jelasnya.

Terkait itu perwakilan Partai Demokrat Kota Jayapura, Panji Agung Mangkunegoro mengatakan pihaknya segera melaporkan temuan-temuan ini kepada Bawaslu. Meski dalam prosesnya Bawaslu sendiri mengetahui pasti banyaknya kejanggalan dan temuan-temuan ketidakberesan yang di lakukan oleh oknum Penyelenggara tingkat bawah.

“Kita akan laporkan ini, dan kami juga kecewa kenapa bawaslu diam, kesalahan di depan mata tapi seorang tutup mata, dan kami akan kawal ini, sebab banyak hasil suara yang hilang, rekapan yang tidak sesuai dan berulang-ulang,” tegasnya. (TA)

Bagikan :

News Feed