oleh

Jemaat GBI Jangan Ragu, Karena Yesus Inisiator Pembangunan Gereja

Wamena (KT) – Ketua Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengharapkan kepada Jemaat GBI yang ada di Kabupaten Jayawijaya untuk jangan pernah ragu dalam membangun rumah Tuhan, karena Yesus Kristus adalah Inisiator pembangunan jemaat dan rumah Tuhan.

Hal itu disampaikan Ketua Sinode GBI pada Khotbahnya yang diambil dari Injil Matius Pasal 6 Ayat 13-19 didepan Jemaat GBI dalam sebuah Acara peletakan Batu Pertama Pembangunan Graha Golden Gate yang di pusatkan di Gereja GBI Golden Gate Kompleks Tolikara Misi Wamena Kabupaten Jayawijaya.

Dalam Kotbahnya, Ketua Sinode GBI mengajak seluruh masyarakat dan Jemaat GBI untuk dapat mennjadikan Injil Tuhan sebagai pegangan hidup terutama dalam merencanakan dan membangun rumah Tuhan.

Kata Dr. Japarlin, Jemaat GBI harus memahami Firman Tuhan dari Injil Matius Pasal 6 Ayat 18, karena Pasal tersebut menjadi pokok penting dan reunungan bagi Jemaat Tuhan untuk menjadi pegangan hidup sebagai orang percaya, karena Inisitor pembagunan Jemaat d9an Gereja adalah Tuhan sendiri.

Diakui, Injil Matius Pasal 6 Ayat 18 harus menjadi catatan bagi orang Kristen, Hamba Tuhan, Pendeta dan sebagai Panitia untuk memahami baik bahwa Tuhan Yesus adalah Inisitor dalam pembangunan Jemaat dan Gereja.

Untuk hal ini, dirinya berpesan kepada semua Jemaat GBI untuk jangan pernah ragu dan takut dalam merencanakan pembangunan Gereja, karena jika kita Percaya bahwa Tuhan yang akan membanguan maka semua akan berjalan sesuai dengan waktu yang ditetapkan dan diwujudkan oleh Tuhan.

Dalam Khotbahnya, Dr Japarlin memastikan bahwa Yesus adalah Inisiaotor pembangunan Gereja, sehingga secara otomatis Tuhan Yesus akan menyiapkan semua Kebutuhan dalam mewujudkan pembangunan Rumah Tuhan.

Dr. Japarlin Marbun juga berpesan kepada Jemaat GBI Wamena untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam membangun Gereja, dan dalam meencanakan pembangunan Gereja haruslah ada pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, karena Tuhan Yesus sendiri telah memberikan Otoritas untuk pembangunan Gereja Jemaat Tuhan.

Selain itu, dirinya berharap agar semua dapat memahami bahwa Geraja adalah Rumah Tuhan dan untuk hal ini Gereja harus menjadi Jawaban atas semua kebutuhan Jemaat Tuhan dan semua ini bisa didapat jika Gereja itu mendapatkan Otoritas dari Tuhan dengan pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Diakui, Pengakuan Yesus adalah Tuhan adalah Otoritas dan dasar pengakuan dalam membanguan sebuah Rumah Tuhan dan Jemaat Tuhan.

Dirinya juga menghimbau kepada jemaat GBI di Jayawijaya untuk harus menjadi Jawaban atas segala hal kebutuhan jemaat dengan cara dan upaya meningkatkan pelayanan di segala bidang, baik Pelayanan Rohani, pendidikan dan kesehatan.

Sementara itu, Gembala Golden Gate, Pdt. Nimnius agapa, M.Pd.K, MA mengungkapkan pembangunan Gereja Golden Gate direncanakan akan dibangun selama satu tahun diatas tanah dengan ukuran 39×37 dan ukuran banguan 22×22 dan akan didirkan 3 lantai dengan rincian PAUD, Klinik, serta kamar penginapan serta tempat ibadah yang akan ditempatkan di lantai 3 dengan kapasitas menampung 500 orang.

Diakui, pembangunan Graha Golden Gate sudah menjadi Komitment Umat Tuhan khususnya jemaat GBI, karena semua perjuangan sudah dilakukan puluhan tahun dan telah memakan waktu yang cukup lama dengan perjuangan panjang dan melelahkan.(NP)

Bagikan :

News Feed