oleh

Bulog Jamin Stok Beras Aman Hingga Tiga Bulan Kedepan

Jayapura- (KT), Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Papua dan Papua Barat saat ini telah menyetok 34.500 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Papua dan Papua Barat selama bulan puasa dan menjelang perayaan Idul Fitri. Dengan stok yang ada saat ini pihaknya menjamin bisa mencukupi hingga tiga bulan kedepan.

“Stok sekarang yang kami kuasai untuk se-Papua dan Papua Barat itu 34.500 ton, itu cukup banyak saya yakin dengan stok yang ada ini bisa mencukupi hingga tiga bulan kedepan, jadi khusus untuk kebutuhan beras masyarakat tidak perlu khawatir lagi,”jelas Kadivre Bulog Papua dan Papua Barat Khozin kepada Wartawan diruang kerjanya Rabu Rabu (29/5).

Menghadapi bulan besar ini, pihaknya juga tidak henti-hentinya melakukan operasi pasar (OP) di semua tempat seperti di pasar guna mencegah pedagang-pedagang nakal yang sering melakukan penimbunan beras menjelang hari besar.

Khozin menambahkan, sebagian besar pasokan beras diperoleh Bulog dari para petani lokal yakni Merauke. Rata-rata penyerapannya sekitar 200 ton.

Stok beras 34.500 ton ini juga akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan bansos rastra (bantaun beras sejahtra) dimana dalam satu bulan pihaknya telah menyalurkan 5.026 ton, sedangkan untuk golongan anggaran ASN, TNI/Polri dalam satu bulan kurang lebih 4. 578 ton beras yang disalurkan khusus untuk kebutuhan operasi pasar sebanyak 2. 500 ton perbulan.

“Stok kita sampai akhir bulan ini masih cukup untuk 3 bulan kedepan, dalam waktu dekat juga akan ada pengiriman beras lagi dari Makasar maupun Surabaya sementara masih dalam perjalanan,” ujarnya.

Selain beras, Bulog juga punya beberapa komoditi yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa dan lebaran seperti Gula pasir stoknya saat ini yang ready sebanyak 3.800 ton, minyak goreng 124 ton, tepung terigu 17.000 ton.

Bahkan untuk kebutuhan tepung terigu dalam waktu dekat akan ditambah lagi 7. 000 ton. “Ini sudah dalam perjalanan, biasanya di hari besar begini permintaan tepung terigu cukup tinggi jadi kami datangkan lagi agat tidak ada kebutuhan yang tidak terpenuhi menyambut hari besar nanti,” sambungnya.

Kendati demikian, Khozin mengakui untuk stok tepung terigu sendiri tidak bisa sama dengan stok beras pasalnya mengingat pengalaman tahun sebelumnya banyak tepung yang belum bertuan telah rusak dan harus dikembalikan karena tidak bisa bertahan lama seperti halnya beras.

“Karena kalau tepung terigu ini hanya pada musim tertentu baru masyarakat belanja seperti Natal dan Lebaran, diluar dari itu hampir tidak ada yang beli di kami,” jelasnya. Khusus untuk kebutuhan gula pasir diprediksikan aman hingga 2-3 bulan kedepan.

Untuk harga beras medium dijual ke pedagang seharga Rp8.900/Kg, gula pasir 9.500/Kg, Minyak goreng Rp14.500/liter. (TN).

Bagikan :

News Feed