oleh

Festival Biak MW sudah ditutup dengan spektakuler

BIAK – Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) yang berlangsung selama 6 hari, kini sudah ditutup secara resmi oleh Asisten II Setda Provinsi Papua, Ir.Noak Kapisa,M.Sc didampingi oleh Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA. Deputi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Bupati Biak Numfor, Herry Aryo Naap,S.Si,M.Pd, sabtu (6/7) di Lapangan Cenderawasih Biak, malam hari.
Penutupan itu ditandai dengan penepukan tifa dan penyalaan kembang api. Antusias masyarakat nampak jelas dari tempat penutupan.

Asisten II Setda Provinsi Papua dalam sambutannya mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan selamat kepada Pemerintahan Biak Nunfor yang sudah sukses menyelenggara FBMW dengan sangat meriah dan mengangkat sejumlah nilai budaya dan kearifan lokal. Ia juga bangga Festival itu sudah masuk 100 top event nasional.

“Melihat antusias yang besar dari masyarakat dan wisatawan seperti ini, saya sampaikan selamat kepada Biak Numfor yang sukses menggelar festival ini. Saya juga berharap Biak Numfor terus mengembangkan potensi pariwisata dan perikanan yang ada,”katanya dalam sambutan.

Kembang api warnai penutupan FBMW / Dessy Wambrauw

Selain itu, Bupati Biak Numfor mengatakan FBMW akan menjadi event tahunan. Ia juga mengajak seluruh stekholder yang ada di Biak Numfor untuk bersinergritas untuk menggelar FBMW di tahun 2020 mendatang. Ia pastikan FBMW tahun depan akan lebih spetakuler dan akan lebih banyak wisatawan domestik serta internasional yang datang ke Biak Numfor.

“Saya mengupkan banyak terima kasih jepada seluruh stekholder yang sudah turut serta dalam pelaksanaan FBMW selama seminggu di tahun ini. Kiranya
Biak harus membuktikan bahwa Biak tetap menjadi Daerah kecil yang bersih dan dapat menjadi daerah destinasi yang indah di Daerah Papua. Tak lupa ia juga mengajak masyarakat untuk selalu solid bersama Pemerintah untuk mewujudkan Biak yang religi, berkarakter dan berbudaya,”pungkasnya.
(*)

Bagikan :

News Feed