oleh

Pecaharian Helikopter MI-17 Masih Nihil, Begini Langkah Kodam XVII/Cenderawasih

JAYAPURA (KT) – Hingga hari ke-sepuluh sejak dinyatakan hilang di Pegunungan Oksibil, pencaharian Helikopter MI-17 No Reg HA 5138 belum juga membuahkan hasil.

Upaya pencaharian yang dilakukan Kodam XVII/Cenderawasih dibantu Tim SAR, Polri bahkan masyarakat juga belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan pesawat yang hilang kontak sejak 28 Juni lalu

Meski belum membuahkan hasil, Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi kepada Kawat Timur, Minggu (7/7/2019) mengaku pihaknya tetap melakukan pecaharian hingga ada petunjuk selanjutnya dari Panglima TNI. “ Kita tunggu petujuk Panglima,” kata Wakapendam.

Terkait dengan operasionalisasi Helikopter milik TNI AD tersebut, Wakapendam mengatakan pesawat buatan tahun 2008 itu di BKO-kan kepada Kodam XVII/Cenderawasih sejak tahun 2018 untuk membantu operasional Kodam di wilayah kodam Cenderawasih.

Helikopter Mi-17 atau juga dikenal sebagai seri Mi-8M di kedinasan Rusia merupakan sebuah helikopter angkut kelas menengah rancangan Rusia. Saat ini helikopter ini diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude. Helikopter ini adalah pengembangan dari Mil Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin.

Sebagaimana release yang diterima Minggu (7/7/2019) pencaharian masih dilakukan melalui darat dan udara. Namun untuk jalur udara melalui Bandara Sentani, hanya dilakukan satu kali penerbangan lantaran terkendala cuaca mendung dan awan tebal

“Pencarian melalui udara sempat dilakukan oleh Heli Bell 412 No Reg 5185 dengan rute penyisiran Sentani – Lereh – Sentani. Heli sempat mendarat di Lereh untuk menunggu cuaca terang kembali sambil melakukan pengisian bahan bakar avtur (refuel), “ jelas Wakapendam.

Sementara untuk pencaharian melalui Bandara Oksibil harus di batalkan, lantaran kondisi awan tebal dan kabut sejak pagi, termasuk pencaharian dengan pesawat CN 235 MPA yang direncanakan melakukan pencarian dengan rute Sentani – Oksibil – Sentani, juga di batalkan.

“Jadi, dengan pertimbangan kendala cuaca tadi maka pukul 15.00 WIT proses pencarian melalui udara dinyatakan tidak dapat dilanjutkan hari ini dan akan dilanjutkan esok hari,” jelas Wakapendam.

Ia menambahkan pencarian melalui darat juga dilakukan di sekitar Kampung Bulangkop, Distrik Okaom dan Kp Tangen, Distrik Airu, Kab. Jayapura. “ Itu juga belum membuahkan hasil, maka proses pencarian melalui darat selesai pada pukul 16.00 WIT dan akan dilanjutkan esok hari,” kata Wakapendam. (TA)

Bagikan :

News Feed